Berita Terbaru

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

PELUANG MENURUT UNCLOS DAN HUKUM POSITIF INDONESIA UNTUK MEMBUKA KEMBALI EKSPOR PASIR LAUT KE SINGAPURA

29-11-2017 Hits:32 Enviro Journal gilang - avatar gilang

PELUANG MENURUT UNCLOS DAN HUKUM POSITIF INDONESIA   UNTUK MEMBUKA KEMBALI EKSPOR PASIR LAUT KE SINGAPURA

      Oleh Tommy Hendra Purwaka Fakultas Hukum Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Gd. I.J. Kasimo Lt 3, Jl. Jenderal Sudirman 51, Jakarta 12930 tommy.hendra@atmajaya.ac.id Juni 2014   Abstrak Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sebagai salah satu wilayah perbatasan strategis...

Read more

Pakar Lingkungan UI Minta Kembalikan Ekosistem Pantai Reklamasi Jakarta

24-11-2017 Hits:33 Berita gilang - avatar gilang

Pakar Lingkungan UI Minta Kembalikan Ekosistem Pantai Reklamasi Jakarta

  Reklamasi adalah kegiatan meningkatkan manfaat sumber daya lahan, yang ditinjau dari sudut lingkungan dan sosial ekonomi dengan cara pengurukan dan pengeringan lahan. Reklamasi juga dapat disebut sebagai penimbunan areal dalam...

Read more

KPK Dorong Jabar Canangkan Penyelamatan SDA

20-11-2017 Hits:44 Berita gilang - avatar gilang

KPK Dorong Jabar Canangkan Penyelamatan SDA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam melakukan pembenahan di sektor sumber daya alam, salah satunya tata kelola air di kawasan hulu. Hal ini dilakukan dengan pencanangan...

Read more

Indonesia Belum Miliki Peta Tentang Pengelolaan Lahan Gambut

20-11-2017 Hits:28 Agenda gilang - avatar gilang

Indonesia Belum Miliki Peta Tentang Pengelolaan Lahan Gambut

  TANGERANG - Pembina Yayasan Dr. Sjahrir, Kartini Sjahrir menyatakan tentang pentingnya sebuah peta dengan akurasi tinggi untuk restorasi dan konservasi lahan gambut."Salah satu instrument penting dalam mendukung pengelolaan gambut adalah tersedianya...

Read more

Akibat Sampah, Laut Indonesia Bakal Hadapi Tiga Ancaman Serius

19-11-2017 Hits:71 Benefits gilang - avatar gilang

Akibat Sampah, Laut Indonesia Bakal Hadapi Tiga Ancaman Serius

  Perairan lndonesia kini sedang menghadapi ancaman serius akibat persoalan sampah yang terus bertambah dari waktu ke waktu. Jika tidak segera diatasi, sampah bisa mengancam aspek tradisional, kriminal, dan alam. Hal...

Read more

Bumi Memanas, Butuh Triliunan Rupiah untuk Kurangi Kadar CO2

19-11-2017 Hits:31 Liputan LB.Galara - avatar LB.Galara

Bumi Memanas, Butuh Triliunan Rupiah untuk Kurangi Kadar CO2

  Liputan6.com, Jakarta - Salah satu masalah terbesar yang dihadapi manusia adalah pemanasan global (global warming). Hal ini salah satunya disebabkan oleh karbon dioksida berlebihan.  Pasalnya, karbon dioksida membuat lapisan ozon berlubang, panas matahari yang...

Read more

Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah dan Perwaku Berjuang Bersama Untuk Lingkungan

19-11-2017 Hits:68 Liputan LB.Galara - avatar LB.Galara

Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah dan Perwaku Berjuang Bersama Untuk Lingkungan

  Jakarta - Perhimpunan Cendikiawan Lingkungan Indonesia (PERWAKU) pada Rabu, 15 November 2017 melakukan kunjungan silaturrahmi kepada Majelis Lingkungan Hidup Pimpnan Pusat Muhammadiyah. Bertempat di Menteng pertemuan kedua lembaga penggiat lingkungan ...

Read more

Sekelompok Tokoh Amerika Tetap Dukung Upaya Atasi Dampak Perubahan Iklim

18-11-2017 Hits:77 Platforms gilang - avatar gilang

Sekelompok Tokoh Amerika Tetap Dukung Upaya Atasi Dampak Perubahan Iklim

    Otorita negara-negara bagian, kota, pebisnis dan universitas di Amerika hari Sabtu (11/11) mengatakan mereka masih bertekad mengatasi dampak perubahan iklim meskipun pemerintahan Trump telah mundur dari perjanjian iklim di Paris...

Read more

Malas Gerak Jadi Salah Satu Penyebab Kematian Terbanyak di Dunia

18-11-2017 Hits:48 Berita gilang - avatar gilang

Malas Gerak Jadi Salah Satu Penyebab Kematian Terbanyak di Dunia

Anda mungkin sedang membaca tulisan ini sambil bersantai di tempat duduk atau sambil tiduran di kasur. Mungkin Anda juga sudah duduk atau tiduran sejak beberapa jam lalu. Cobalah untuk mengingat-ingat...

Read more

15.000 Ilmuwan Beri Peringatan mengenai Bencana yang Mengancam Bumi

18-11-2017 Hits:48 Berita gilang - avatar gilang

15.000 Ilmuwan Beri Peringatan mengenai Bencana yang Mengancam Bumi

Inggris (Independent) – Baru-baru ini telah muncul sebuah surat peringatan yang berasal dari 15.000 ilmuwan dari seluruh penjuru dunia. Surat yang ditujukan pada seluruh umat manusia tersebut berisikan pesan peringatan...

Read more

Lifting Minyak Turun, Pemerintah dan Swasta Beda Teori

26-05-2015 Hits:725 Berita gilang - avatar gilang

Jakarta (Greeners) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said mengakui bahwa saat ini permasalahan utama di Indonesia terkait energi khususnya perminyakan adalah kemampuan dalam memproduksi minyak. Padahal, menurut...

Read more

13 Juta Kawasan Hutan Indonesia Dialihfungsikan Tiap Tahun

26-05-2015 Hits:747 Berita gilang - avatar gilang

Jakarta (Greeners) – Indonesia sebagai negara megabiodiversitas ketiga di dunia mendapat kehormatan untuk menjadi kediaman 17 persen mahluk hidup yang ada di bumi. Namun, hal ini ternyata tidak menyurutkan angka...

Read more

7 Wilayah Kerja Migas Telah Ditandatangani

26-05-2015 Hits:762 Berita gilang - avatar gilang

“Indonesia merupakan negara kepulauan yang tak mandiri akan energi”, ujar IGN Wiratmadja, Dirjem Migas membuka diskusi krisis energi dalam IPA Convex ke-39 yang dihadiri oleh para pemegang kebijakan. Selama ini...

Read more

LAJU KERUSAKAN HUTAN INDONESIA TERPARAH SETELAH BRASIL

13-05-2015 Hits:706 Berita gilang - avatar gilang

BOGOR, BL- Indonesia menghadapi ancaman kerusakan hutan cukup tinggi, dari tahun 1990 hingga 2005 kerusakan hutan berada di urutan dua setelah Brasil. Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB, Hadi S...

Read more

KLHK: Pemerintah Sudah Mengatur Tentang Limbah B3

13-05-2015 Hits:940 Berita gilang - avatar gilang

Jakarta (Greeners) – Maraknya kasus tempat pengelolaan maupun pemusnahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3) yang menyalahi aturan perundangan-undangan, mengakibatkan banyak masyarakat menjadi korban paparan limbah B3 dan mengalami...

Read more

KLHK Temukan Banyak Pelanggaran Pengolahan Limbah PT WPLI

12-05-2015 Hits:731 Berita gilang - avatar gilang

KLHK Temukan Banyak Pelanggaran Pengolahan Limbah PT WPLI

Banten (Greeners) – Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengaku terkejut saat mengunjungi pabrik pengolahan limbah milik PT Wahana Pamunah Limbah Industri (WPLI). Lingkungan PT WPLI terlihat kotor dan ditemukan...

Read more

Aturan Moratorium Hutan Perlu Dikuatkan Dengan Perpres

07-05-2015 Hits:613 Berita gilang - avatar gilang

Jakarta (Greeners) – Kemitraan dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mendesak pemerintah agar melanjutkan kebijakan moratorium pemberian izin baru dan penyempurnaan tata kelola hutan alam primer dan lahan gambut. Kebijakan...

Read more

UE dan Indonesia Luncurkan “Blue Book 2015″

07-05-2015 Hits:607 Berita gilang - avatar gilang

UE dan Indonesia Luncurkan “Blue Book 2015″

Jakarta (Greeners) – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional bersama dengan Uni Eropa meluncurkan sebuah laporan tahunan mengenai kerjasama pembangunan Uni Eropa dan Indonesia yang diberi nama “Blue Book 2015″. Deputi Menteri bidang...

Read more

Perkebunan Skala Kecil Jadi Pendorong Utama Deforestasi di Sumatera

07-05-2015 Hits:592 Berita gilang - avatar gilang

Jakarta (Greeners) – World Wildlife Fund (WWF) Indonesia melakukan studi untuk memprediksi pendorong utama deforestasi dalam jangka waktu 2015 – 2030 di 11 kawasan hutan dunia yang saat ini mengalami...

Read more

Tahun 2019 Indonesia Bebas Dari Pemukiman Kumuh

05-05-2015 Hits:656 Berita gilang - avatar gilang

Tahun 2019 Indonesia Bebas Dari Pemukiman Kumuh

Jakarta (Greeners) – Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengidentifikasi data kawasan permukiman kumuh yang ada di seluruh Indonesia mencapai 38.431 hektar yang tersebar di 2.883...

Read more

Indonesia Belum Miliki Peta Tentang Pengelolaan Lahan Gambut

Kategori: Agenda
Diterbitkan: 20 November 2017
Ditulis oleh gilang Dilihat: 28

 

TANGERANG - Pembina Yayasan Dr. Sjahrir, Kartini Sjahrir menyatakan tentang pentingnya sebuah peta dengan akurasi tinggi untuk restorasi dan konservasi lahan gambut.

"Salah satu instrument penting dalam mendukung pengelolaan gambut adalah tersedianya peta gambut yang akurat," kata Kartini, kepada SINDOnews, di Tangerang.

Dijelaskan dia, Indonesia memiliki lahan gambut tropis yang luas. Lahan gambut tersebut dapat menyusut atau bahkan hilang. Karena itu, pemantauan lahan gambut secara periodik sangat penting. 

"Penyebab umum penyusutan lahan gambut di Indonesia, adalah pemanfaatan lahan gambut yang dikelola secara intensif tanpa mempertimbangan kaidah konservasi tanah dan air," ungkapnya.

Mengenai peta gambut di Indonesia,  menurut catatan Kazuyo Hirose dari Japan Space System, sudah ada sejak tahun 1970- 2011, dibuat oleh para ahli dari pemerintah, swasta, dan kampus.

"Sudah ada peta gambut skala lokal dan national. Namun laporan hasilnya menunjukkan perbedaan, dengan rentang selisih antara 13,5-26,5 juta hektare lahan gambut yang ada," sambung Kartini.

Deputi I bidang Perencanaan dan Kerjasama Badan Restorasi Gambut (BRG) Budi Satyawan Wardjama menimpali, sedikitnya ada 14 peta yang telah dibuat dan saling berbeda satu sama lain.

"Untungnya ada wali data peta tanah dan peta lahan gambut Balitbangtang Kementan. Tapi sayangnya data terakhir tahun 2011, dan belum terupdate sampai sekarang," timpal Budi Satyawan.

Dari peta indikatif yang ada dari KLHK (skala 1:250.000), BRG melakukan inventarisasi dan pemetaan ekosistem gambut, kemudian melakukan pemetaan skala besar dan melakukan identifikasi.

Deputi Bidang Informasi Geospasial Tematik di Badan Informasi Geospasial (BIG), Nurwadjedi menambahkan, saat ini BIG sudah menyelesaikan integrasi 63 peta di Kalimantan.

"Target kerja BIG hingga akhir 2017 ini adalah integrasi data 82 peta di Pulau Sumatera, 81 peta di Pulau Sulawesi, dan 79 peta tematik di Pulau Bali, dan Nusa Tenggara," pungkas Nurwadjedi.

(pur)
 
Sumber : www.SindoNews.com (Hasan Kurniawan) 
 

RAKORNAS PERWAKU

Kategori: Agenda
Diterbitkan: 20 November 2013
Ditulis oleh suwardi Dilihat: 1660

“Merajut Ke-Indonesia-an Melalui Pembangunan Berkelanjutan”

Bali, 22 Nopember 2013

Bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, puting beliung, kekeringan, kebakaran lahan dan hutan, dan gelombang pasang akhir-akhir ini sudah sangat mengkhawatirkan. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Nasional menyebutkan bahwa diperkiarakan lebih dari 80 persen bencana hidrometeorologi akan terjadi dari total kejadian bencana selama 2013 ini. Dan peningkatan bencana hidrometeorologi tersebut tidak lepas dari pengaruh perubahan iklim global dan antropogenik atau campur tangan manusia.

rakornas_bali

 

Selengkapnya: RAKORNAS PERWAKU
 

The Lecture; Sesi 4

Kategori: Agenda
Diterbitkan: 02 Januari 2013
Ditulis oleh suwardi Dilihat: 927

Indonesia Yang Kami Cita - Cita kan

Ary Sulistiyo, S.Hum, MSi, Dini Isinayanti, S. Hut, Agustin, ST dan Dr. Herdianto Wahyu Kustiadi

 

Seperti apakah Indonesia yang dicita-citakan?

Temukan jawabanya di:

the_lecture

 

The Lecture; Sesi 5

Kategori: Agenda
Diterbitkan: 02 Januari 2013
Ditulis oleh suwardi Dilihat: 838

Indonesia Yang Kami Cita - Cita kan

Dr. Nonon Saribanon, Ir. M. Hasbi Aziz, MSi, Selamet Daroyni, SE dan Dr. Herdianto Wahyu Kustiadi

 

Seperti apakah Indonesia yang dicita-citakan?

Temukan jawabanya di:

the_lecture

 

Pemikiran Perwaku untuk Pengelolaan Pulau-pulau Kecil

Kategori: Agenda
Diterbitkan: 14 November 2012
Dilihat: 1040
Acara untuk pembahasan Draft Pedoman Penentuan Kondisi Ekosistem Pulau-Pulau Kecil yang dilaksanakan pada hari Selasa/ 9 Oktober 2012, di Ruang Rapat Ditjen KP3K, GMB III Lt.10.

Acara ini diinisiasi oleh Direktorat Pendayagunaan Pulau-Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia. Tujuan dari pelaksanaan pembahasan ini adalah memberikan panduan dalam menentukan kondisi ekosistem pulau-pulau kecil berdasarkan krieteria yang ada dan memberikan arahan kebijakan pengelolaan ekosistem serta langkah-langkah untuk mewujudkan ekosistem pulau-pulau kecil yang baik.

Beberapa hal yang menjadi masukan dari PERWAKU dalam pembahasan ini antara lain:

a. Ancaman perubahan iklim

b. Kondisi lingkungan binaan

c. Kategori pulau-pulau kecil yang tidak berpenghuni

d. Penggunaan lestari dalam matriks draft awal yang diberikan untuk Kategori “rawan” dan “ancaman” kurang tepat dan akan lebih baik bila diganti dengan terminology yang lain

e. Pedoman ini dapat dijadikan acuan teknis bagi pengelolaan pulau-pulau kecil

Hasil keseluruhan yang diberikan dalam pembahasan ini kemudian akan dirumuskan untuk dibahas kembali dan kemudian dapat diajukan untuk studi yang lebih lanjut dalam rangka sebagai dasar untuk menyusun Peraturan Menteri Kelautan dan perikanan tentang pengelolaan pulau-pulau kecil.

 

Halaman 1 dari 4

Login Form

Berita Terpopuler

Prev Next

Aspek Iklim dalam Perencanaan Perkotaan

Gambar 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim perkotaan (Sumber: Sebastian Wypych...

INDONESIA DALAM ISU KELAUTAN DAN PERUBAH…

Bersamaan dengan perundingan pada sidang ke-30 badan-badan subsider UNFCCC (United Nations...

KEBUN BOTANI : UPAYA MELESTARIKAN KEKAYA…

Tidak lama lagi kita harus mengimpor benih kayu dari Malaysia atau Thailand karena tak ada...

Kota Hijau Tanpa Transportasi

Oleh Isyana Artharini Perdebatan soal perubahan iklim di Indonesia masih berkutat soal...

Beda Sarjana dengan Cendekiawan

Oleh: Prof Emil Salim Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia merupakan wadah bagi...

Kita Butuh UU Lingkungan Hidup?

PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP, DALAM TATA KELOLA PE...

LANGKAH KOMITMEN ENVIRO- MASTERPLAN PEMB…

Oleh: Raldi H Koestoer Langkah Komitmen Hijau: •Komitmen Enviro/Hijau–Pembangunan Hijau ...

Menhut: Selamatkan Hutan Perlu Aksi, Jan…

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengingatkan, upaya penyelamatan hutan memerlukan aksi...

DAYA DUKUNG LINGKUNGAN UNTUK PENATAAN RU…

•Adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan mahluk hidup ...