Jakarta, Banyaknya bencana yang melanda beberapa wilayah nusantara akhir akhir merupakan ulah manusia yang tidak memperhatikan keseimbangan alam " bencana jangan dipandng sebagai Takdir, tetapi itu adalah bagian dari ulah manusia sendiri dalam mengelola alam" Ungkapnya. Hal ini diungkapkan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan (WALHI)  Nur Hidayati dalam acara Refleksi Akhir Tahun Bidang Lingkungan Hidup 2017 yang diselenggarakan oleh Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MLH PP. Muhammadiyah) bekerjasama dengan Perhimpinan Cendekiawan Lingkungan Indonesia ( Perwaku). Hadir dalam acara tersebut Prof. Emil Salim Ketua Dewan Pendiri  Perwaku, Prof. Muhjidin Ketua MLH PP. Muhammadiyah, anggota komisi VII, Dr. Andi. Yuiani Paris, Dian Patria ketua GNP SDA KPK, Prof. Dr. Hasroel Tayyeb  dan para penggiat lingkungan dari kalangan kampus diantarnya UI,UGM, UMY, UNJ, UNS dan kampus sekitar Jabodetabek. Acara juga di hadiri beberapa perwakilan LSM dari seluruh Indonesia.

 

Lebih jauh diungkapkan oleh Nur Hidayati, memberikan catatan bahwa ditahun 2017 banyak persoalan persolan lingkungan yang harus diselesaikan antara lain konflik kekerasan Sumber Daya Alam Lingkungan yang melibatkan koorporasi melawan masyarakat. Dalam catatan Walhi kasus  Environment & Human Right  Defenders yang terjadi di Indonesia sebanyak 98 kasus yang tersebar di 16 propinsi. Bahkan kasus di Ambon menelan satu korban jiwa. 

 

Sementara itu perwakilan Masyarakat Bangka Belitung Erwin Djalil mengungkapkan bahwa di Bangka Belitung terjadi pengrusakan yang massif oleh koorporasi yang hingga kini belum juga terselesaikan. "Kami sudah melakukansemuanya, tetapi rasa rasanya aneh karena aparat dan media seolah olah tdk mengganggap kerusakan ini sebagai tindakan kriminal terhadap  sebagian masyarakat dan bentang alam disana" Ungkap Erwin.

Acara Refleksi Akhir tahun ini ditutup dengan komitmen bersama untuk memberikanpenghargaan Prof. Dr. Emil Salim sebagai "BAPAK Lingkungan Indonesia"

Login Form

Berita Terpopuler

Prev Next

Aspek Iklim dalam Perencanaan Perkotaan

Gambar 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim perkotaan (Sumber: Sebastian Wypych...

INDONESIA DALAM ISU KELAUTAN DAN PERUBAH…

Bersamaan dengan perundingan pada sidang ke-30 badan-badan subsider UNFCCC (United Nations...

KEBUN BOTANI : UPAYA MELESTARIKAN KEKAYA…

Tidak lama lagi kita harus mengimpor benih kayu dari Malaysia atau Thailand karena tak ada...

Kota Hijau Tanpa Transportasi

Oleh Isyana Artharini Perdebatan soal perubahan iklim di Indonesia masih berkutat soal...

Beda Sarjana dengan Cendekiawan

Oleh: Prof Emil Salim Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia merupakan wadah bagi...

Kita Butuh UU Lingkungan Hidup?

PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP, DALAM TATA KELOLA PE...

LANGKAH KOMITMEN ENVIRO- MASTERPLAN PEMB…

Oleh: Raldi H Koestoer Langkah Komitmen Hijau: •Komitmen Enviro/Hijau–Pembangunan Hijau ...

Menhut: Selamatkan Hutan Perlu Aksi, Jan…

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengingatkan, upaya penyelamatan hutan memerlukan aksi...

DAYA DUKUNG LINGKUNGAN UNTUK PENATAAN RU…

•Adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan mahluk hidup ...