Jakarta, Ketua Dewan Pendiri/Kehormatan Perwaku, Prof. Dr. Emil salim menyampaikan pidato pembukanya pada Refleksi Akhir tahun Lingkungan Indonesia. Hadir dalam acara tersebut  Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah  Drs Hajriyanto Y. Thohari MA dan ketua  Majelis Lingkungan Hidup  PP. Muhammaiyah, Dr. Gatot Supangkat, Dr. Eko Priyo Purnomo, Tri Hidayat, Msi dan Abdul Azis  mewakili unsur Muhammadiyah. Selain dari unsur Muhammadiyah , Unsur dari Perhimpunan Cendekiawan Indonesia diantaranya Prof. Dr. Hasroel Thayyeb,  Prof Dr. Raldy H. Koestoer, Dr. Rudi Tambunan, Dr. Adhi Sahputra, Dr Yennel Z.Susia, Dr. Emil Budianto, Dr. Suyud, Noni Amini, Msi, Erni Abdullah, M.Si dan Sumingkrat, M.Si, L. Budiman  nampak hadir di tengah acara.

 

Kelestarian lingkungan terus terancam sehingga daya dukung lungkungan menurun. Kondisi tersebut salah satunya diakibatkan oleh naiknya konsentrasi CO2 di planet Bumi. Keengganan negara2 maju utk meratifikasi Konvensi tentang Climate Change menambah buruk upaya penyelamatan lingkungan. Meningkatnya konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh banyaknya pembakaran bahan bakar minyak, batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melebihi kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya. 

 

Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrem di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. "Untuk itu dibutuhkan manusia2 bijak dan tdk serakah dlm mengejar keuntungan financial. Karena Itu PERWAKU perlu melakukan kerjasama dg Muhammadiyah dlm menangani persoalan2 lingkungan khususnya di Indonesia. " Ungkap Prof. Dr. Emil Salim menutup Pidatonya.

Login Form

Berita Terpopuler

Prev Next

INDONESIA DALAM ISU KELAUTAN DAN PERUBAH…

Bersamaan dengan perundingan pada sidang ke-30 badan-badan subsider UNFCCC (United Nations...

Aspek Iklim dalam Perencanaan Perkotaan

Gambar 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim perkotaan (Sumber: Sebastian Wypych...

KEBUN BOTANI : UPAYA MELESTARIKAN KEKAYA…

Tidak lama lagi kita harus mengimpor benih kayu dari Malaysia atau Thailand karena tak ada...

Menhut: Selamatkan Hutan Perlu Aksi, Jan…

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengingatkan, upaya penyelamatan hutan memerlukan aksi...

Kota Hijau Tanpa Transportasi

Oleh Isyana Artharini Perdebatan soal perubahan iklim di Indonesia masih berkutat soal...

Beda Sarjana dengan Cendekiawan

Oleh: Prof Emil Salim Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia merupakan wadah bagi...

Kita Butuh UU Lingkungan Hidup?

PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP, DALAM TATA KELOLA PE...

LANGKAH KOMITMEN ENVIRO- MASTERPLAN PEMB…

Oleh: Raldi H Koestoer Langkah Komitmen Hijau: •Komitmen Enviro/Hijau–Pembangunan Hijau ...

DAYA DUKUNG LINGKUNGAN UNTUK PENATAAN RU…

•Adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan mahluk hidup ...