Bangka Belitung, Maraknya konflik antara warga lokal dengan perusahan baik perusahaan pertambangan, perusahaan pengembangan properti dan infrastruktur lainnya menyisahkan persoalan hukum bagi kedua belah pihak. Konflik nelayan dengan perusahaan pertambangan di Bangka Belitung adalah merupakan contoh yang nyata bagaimana kajian strategis mengenai Lingkungan dan dampaknya hanya sebatas sebagai prosedur belaka tidak mengedepankan subtansi yang seharusnya.  Amdal terkesan dibuat seadanya bahkan cenderung lebih mengakomodasi kepentingan koorporasi ketimbang yang seharusnya."Bagaimana tidak, Amdal  yang dibut oleh konsultan lebih banyak sifatnya pesanan" Ujar Madju Dharmanto Hutapea pengurus Yayasan Hijau Nusantara, menanggapi Kisruh yang terjadi di Bangka Belitung pada hari ini, 29 Desember 2017.

 

Sementara itu  Koordinator Persatuan Nelayan Tradisional dan Pesisi Kabupaten Bangka Juliadi mengungkapkan observasi  wilayah tangkap nelayan  yang akan dimasukkan  ke dalam dokumen  Rencana  Zonasi  Wilayah Pesisir dan Pulau Pulau Kecil (RZWP3K)  oleh Konsultan PT. Madani Multi Kreasi  dilakukan dengan asal asalan dan sarat akan kepentigan bisnis, sehingga kepentingan nelayan terabaikan. "Aktifitas tambang laut akan mengancam periuk nasi  kami dan membuat nelayan melarat dikemudian hari". Ungkap Juliadi.

 

Sementara itu Asbaru salah satu nelayan mengungkapkan  dangkalnya pemahaman  pemerintah propinsi Bangka Belitung  dan konsultan penyusunan Raperda RZWP3K mendiskriminasikan keberadaan nelayan yang menggantungkan hidupnya di laut. "Nelayan dan laut hanya dipandang sebelah mata demi kepentingan Koorporasi yang mgeruk timah dilaut, dengan mengabaikan aspek ekonomi, sosial, budaya dan kearifan lokal yang telah ada sejak dahulu di wilayah pesisir Bangka Belitung". sambung Asbaru.

 

 

  

Login Form

Berita Terpopuler

Prev Next

INDONESIA DALAM ISU KELAUTAN DAN PERUBAH…

Bersamaan dengan perundingan pada sidang ke-30 badan-badan subsider UNFCCC (United Nations...

Aspek Iklim dalam Perencanaan Perkotaan

Gambar 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim perkotaan (Sumber: Sebastian Wypych...

KEBUN BOTANI : UPAYA MELESTARIKAN KEKAYA…

Tidak lama lagi kita harus mengimpor benih kayu dari Malaysia atau Thailand karena tak ada...

Kota Hijau Tanpa Transportasi

Oleh Isyana Artharini Perdebatan soal perubahan iklim di Indonesia masih berkutat soal...

Menhut: Selamatkan Hutan Perlu Aksi, Jan…

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengingatkan, upaya penyelamatan hutan memerlukan aksi...

Beda Sarjana dengan Cendekiawan

Oleh: Prof Emil Salim Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia merupakan wadah bagi...

Kita Butuh UU Lingkungan Hidup?

PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP, DALAM TATA KELOLA PE...

LANGKAH KOMITMEN ENVIRO- MASTERPLAN PEMB…

Oleh: Raldi H Koestoer Langkah Komitmen Hijau: •Komitmen Enviro/Hijau–Pembangunan Hijau ...

DAYA DUKUNG LINGKUNGAN UNTUK PENATAAN RU…

•Adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan mahluk hidup ...