Jakarta, 28 April 2018, Musyawarah Nasional (Munas) Perhimpunana Cendekiawan Lingkungan Indonesia (Perwaku)  di Rimbawan I, Manggala Wanabhakti Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan berlangsung secara lancar. Munas yang didahului seminar dan sarasehan tersebut di hadiri sekitar 300 anggota Perwaku, undangan dari Pusat Studi Lingkungan  Hidup Universtas serta mahasiswa disekitar Jabodetabek.

Seminar menghadirkan tokoh lintas organisasi keagamaan dinataranya  Majelis Lingkungan Hidup PP. Muhammadiyah, Bidang Lingkungan PBNU, Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia (PGI), Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), dan Majelis Tinggi Agama Konghucu (MATAKIN),  untuk membedah bagaimana agama agama melihat lingkungan sebagai satu kesatuan alam yang harus dijaaga da dilestarikan sebagaimana perintah dalam kitab kitab suci. Dr. Gatot Supangkat, M.P,mewakili Majelis Lingkungan Muhammadiyah mengungkapkan, bagimana Muhammadiyah memulai membuka sekolah sungai yang tersebar diseluruh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah untuk menjaga kelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS). Demikian juga yang diungkapkan oleh Dr. Astono Chandra Dana, SE.,MM mewakili PHDI mengungkapkan bahwa hubungan manusia tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama manusia, tetapi juga mengatur hubungan antara manusia dengan alam. Demikian juga yang diungkapkan oleh tokoh tokoh lintas agama lainnya.

Acara dilanjutkan dengan Musyawarah Nasional menagendakan pembacaan laporan Komisioner yang dibacakan Ketua Komisioner  Perwaku, Dr. Hasroel Thayib, APU didampingi oleh anggota komisioner Noni Amini, SH. M.Si, Mikhail Gorbachev Dom, S.Si., M.Si dan Lukman Budiman, ST.,SH. Dalam Munas ke-3 Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia tersebut setelah melewati penetapan AD ART dan Garis Besar program kerja terpilih secara aklamasi Prof. Dr. jatna Supriatna, Ph.D sebagai Ketua Umum untuk periode 2018-2023. " Adalah sebuah kepercayaan dari rekan rekan  cendekiawan lingkungan  kepada saya untuk terus menjaga  agar lingkungan Indonesia tetap baik , karena itu mari bersama sama saling bahu membahu mewujudkan visi misi Perhimpuan Cendekiawan Lingkungan Indonesia." Demikian kutipan sambutan sesaat setelah terpilih. 

 

 

Login Form

Berita Terpopuler

Prev Next

INDONESIA DALAM ISU KELAUTAN DAN PERUBAH…

Bersamaan dengan perundingan pada sidang ke-30 badan-badan subsider UNFCCC (United Nations...

Aspek Iklim dalam Perencanaan Perkotaan

Gambar 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim perkotaan (Sumber: Sebastian Wypych...

KEBUN BOTANI : UPAYA MELESTARIKAN KEKAYA…

Tidak lama lagi kita harus mengimpor benih kayu dari Malaysia atau Thailand karena tak ada...

Menhut: Selamatkan Hutan Perlu Aksi, Jan…

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengingatkan, upaya penyelamatan hutan memerlukan aksi...

Kota Hijau Tanpa Transportasi

Oleh Isyana Artharini Perdebatan soal perubahan iklim di Indonesia masih berkutat soal...

Beda Sarjana dengan Cendekiawan

Oleh: Prof Emil Salim Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia merupakan wadah bagi...

Kita Butuh UU Lingkungan Hidup?

PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP, DALAM TATA KELOLA PE...

LANGKAH KOMITMEN ENVIRO- MASTERPLAN PEMB…

Oleh: Raldi H Koestoer Langkah Komitmen Hijau: •Komitmen Enviro/Hijau–Pembangunan Hijau ...

DAYA DUKUNG LINGKUNGAN UNTUK PENATAAN RU…

•Adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan mahluk hidup ...