Malang (Greeners) – Cita-cita Indonesia mencapai swasembada pangan bisa terealiasi lebih cepat dari yang diharapkan jika semua pihak terlibat langsung, baik petani, TNI, PNS, dan semua stake holder lainnya turun ke sawah dan mendukungnya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengharapkan kepada semua penyuluh pertanian di Indonesia bergerak bersama-sama mengedukasi para petani di lapangan dan mengawal program ini.

“Dengan anggaran 16,9 triliun rupiah dan dengan pengawalan yang tepat masuk ke lapangan swasembada pangan bisa cepat tercapai,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai memberikan kuliah umum di Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Malang, Kamis (26/2/2015).

Para mahasiswa di Indonesia juga mempunyai peran penting dalam hal ini. Misalnya, dengan ikut memonitoring kualitas dan kuantitas produksi pertanian, benih, pupuk, serta mengawal program dan kegiatan para petani di lapangan. Ia menargetkan bisa menutup impor bahan pangan dari negara lain dan membaliknya. “Yang penting seluruh petani bergerak bersama,” katanya.

Sebelum menjadi pembicara dalam kuliah umum di STPP Malang, Menteri Pertanian juga melakukan panen raya padi di Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Malang, JawaTimur, dengan luas lahan sekitar 1.753 hektare. Di Jawa Timur sendiri, katanya, pekan depan akan panen 500 ribu hektare padi. “Kalau bisa menghasilkan 4 juta ton gabah kering giling, beras cukup aman,” katanya.

Menurutnya, target produksi gabah tahun 2015 mencapai 73 juta ton dengan kebutuhan 32 juta ton per tahun. Ia optimis dengan adanya spirit baru para petani dan ditunjang anggaran yang memadai serta bantuan alat-alat teknologi pertanian bisa memacu produksi gabah di Indonesia. Selama sepekan ini, Amran sudah mengunjungi daerah yang sudah waktunya panen raya seperti di Demak, Sragen, dan Malang. Rata-rata ada peningkatan produksi padi sekitar 30 persen dari biasanya.

Peningkatan ini juga tidak lepas dari mundurnya masa panen dan tanam dari akhir tahun 2014 menjadi awal tahun 2015. Serangan hama di Jawa Timur, katanya, di bawah 2 persen dan ini membuat produktifitas padi meningkat.

Di Kabupaten Malang yang menjadi salah satu lumbung padi nasional, produksi gabah kering saat panen mencapai 500.000 ton. Produksi ini masih bisa ditingkatkan lagi menurut Bupati Malang Rendra Kresna saat menemani Menteri Pertanian. Ia menyebutkan, beberapa kendalanya adalah peralatan pertanian yang kurang karena buruh tani berkurang.

Andi juga mengatakan penanganan irigasi tersier yang menjadi beban petani bisa juga ditangani oleh pemerintah daerah guna memacu produktifitas pertanian. “Penggunaan alat-alat teknologi pertanian yang memadai bisa menambah produktifitas,” ujarnya.

(G17)

 

source from: http://www.greeners.co/berita/mentan-perlu-keterlibatan-semua-pihak-untuk-percepat-swasembada-pangan/

Login Form

Berita Terpopuler

Prev Next

Aspek Iklim dalam Perencanaan Perkotaan

Gambar 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim perkotaan (Sumber: Sebastian Wypych...

INDONESIA DALAM ISU KELAUTAN DAN PERUBAH…

Bersamaan dengan perundingan pada sidang ke-30 badan-badan subsider UNFCCC (United Nations...

KEBUN BOTANI : UPAYA MELESTARIKAN KEKAYA…

Tidak lama lagi kita harus mengimpor benih kayu dari Malaysia atau Thailand karena tak ada...

Kota Hijau Tanpa Transportasi

Oleh Isyana Artharini Perdebatan soal perubahan iklim di Indonesia masih berkutat soal...

Beda Sarjana dengan Cendekiawan

Oleh: Prof Emil Salim Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia merupakan wadah bagi...

Kita Butuh UU Lingkungan Hidup?

PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP, DALAM TATA KELOLA PE...

LANGKAH KOMITMEN ENVIRO- MASTERPLAN PEMB…

Oleh: Raldi H Koestoer Langkah Komitmen Hijau: •Komitmen Enviro/Hijau–Pembangunan Hijau ...

Menhut: Selamatkan Hutan Perlu Aksi, Jan…

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengingatkan, upaya penyelamatan hutan memerlukan aksi...

DAYA DUKUNG LINGKUNGAN UNTUK PENATAAN RU…

•Adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan mahluk hidup ...