Jakarta (Greeners) – Walikota Bandung, Ridwan Kamil berbagi pandangannya dalam menilai kelebihan sebuah kota agar menarik wisatawan baik lokal maupun asing. Menurutnya, ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh masyarakat maupun pemerintah daerah jika ingin kotanya terbangun dengan baik.

Pertama, sebuah kota harus memiliki tempat yang unik. Maksudnya, ujar pria yang akrab disapa Emil ini, saat ini wisatawan sudah keranjingan dengan fotografi. Mereka tidak hanya menyimpan foto tersebut, namun juga mempublikasikannya di sosial media sehingga tersebar luas dan bisa menarik lebih banyak wisatawan untuk datang.

“Misalnya tempat-tempat menarik seperti taman kota atau tempat unik yang khas kota tersebut,” jelasnya saat menjadi pembicara pada ajang Creativepreneur Corner di Jakarta, Sabtu (28/03).

Selanjutnya, terang Emil, wisatawan juga suka datang pada sebuah pagelaran acara atau event-event menarik di sebuah kota. Melalui event, masyarakat bisa mempromosikan sebuah kota bahkan hingga ke mancanegara.

Walikota Bandung, Ridwan Kamil, bersama dengan pelajar melakukan Gerakan Pungut Sampah.

Walikota Bandung, Ridwan Kamil, bersama dengan pelajar pada Event/Aksi Gerakan Pungut Sampah.

Terakhir, tambahnya, orisinalitas. Emil mengakui, kemanapun wisatawan pergi pada akhirnya para wisatawan tersebut pasti mencari orisinalitas di sebuah kota yang mereka kunjungi. Ia memberi contoh, seperti wisata alam, budaya atau memanfaatkan kearifan lokal sebagai orisinalitas yang dicari oleh wisatawan.

“Lihat Jember, sekarang punya festival berkelas dunia. Semua dibutuhkan orisinalitas itu tadi,” jelasnya.

Selain tiga hal tadi, tambah Emil, penggunaan sosial media juga sangat dibutuhkan sebagai strategi marketing. Kenapa? Tambahnya, karena dunia digital mampu menembus batas dunia dan digunakan oleh jutaan manusia.

Penulis : Danny Kosasih

 

Source from: http://www.greeners.co/berita/tiga-hal-penting-dalam-membangun-kota-ala-ridwan-kamil/

Login Form

Berita Terpopuler

Prev Next

Aspek Iklim dalam Perencanaan Perkotaan

Gambar 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim perkotaan (Sumber: Sebastian Wypych...

INDONESIA DALAM ISU KELAUTAN DAN PERUBAH…

Bersamaan dengan perundingan pada sidang ke-30 badan-badan subsider UNFCCC (United Nations...

KEBUN BOTANI : UPAYA MELESTARIKAN KEKAYA…

Tidak lama lagi kita harus mengimpor benih kayu dari Malaysia atau Thailand karena tak ada...

Kota Hijau Tanpa Transportasi

Oleh Isyana Artharini Perdebatan soal perubahan iklim di Indonesia masih berkutat soal...

Beda Sarjana dengan Cendekiawan

Oleh: Prof Emil Salim Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia merupakan wadah bagi...

Kita Butuh UU Lingkungan Hidup?

PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP, DALAM TATA KELOLA PE...

LANGKAH KOMITMEN ENVIRO- MASTERPLAN PEMB…

Oleh: Raldi H Koestoer Langkah Komitmen Hijau: •Komitmen Enviro/Hijau–Pembangunan Hijau ...

Menhut: Selamatkan Hutan Perlu Aksi, Jan…

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengingatkan, upaya penyelamatan hutan memerlukan aksi...

DAYA DUKUNG LINGKUNGAN UNTUK PENATAAN RU…

•Adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan mahluk hidup ...