“Indonesia merupakan negara kepulauan yang tak mandiri akan energi”, ujar IGN Wiratmadja, Dirjem Migas membuka diskusi krisis energi dalam IPA Convex ke-39 yang dihadiri oleh para pemegang kebijakan. Selama ini penyebaran energi hanya berpusat di Pulau Jawa dan Bali, sedangkan Indonesia memiliki pulau Kalimantan yang kaya akan cadangan energi.

Hal ini terkait dengan eksplorasi migas yang masih minim di Indonesia. Paradigma masyarakat yang ‘miring’ terkait energi dan pendapatan negara, dan rumitnya birokrasi juga menjadi dasar dari permasalahan selama ini. Craig Stewart, Presiden IPA menyatakan bahwwa Indonesia mampu keluar dari krisis energi ini, terlebih lagi dalam pemerintahan yang memiliki sistem yang transparan. “Investor patut menghargai langkah pemerintah yang sedang merevitalisasi peraturan migas, salah satunya penyederhanaan perizinan produksi migas.” jelasnya.

Dalam diskusi ini Wiratmadja mengumumkan tujuh wilayah kerja migas yang baru di samping empat wilayah kerja nonkonvensional seperti shale gas, shale oil, dan CBM di Sumatera.

Selain itu, revitalisasi juga sedang digalakkan oleh pemerintah. Pemerintah akan memperluas infrastruktur migas. Pemerintah akan memperbanyak kilang regasifikasi LNG yang lebih banyak khususnya di bagian Indonesia Timur. “Ini merupakan rancangan untuk 15 tahun ke depan. Semoga UU Migas dapat mempercepat pengembangan pembangunan ini.” Tambah Wiratmadja.

(Sekar Rarasati)

 

Source from: http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/05/7-wilayah-kerja-migas-telah-ditandatangani

Login Form

Berita Terpopuler

Prev Next

Aspek Iklim dalam Perencanaan Perkotaan

Gambar 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim perkotaan (Sumber: Sebastian Wypych...

INDONESIA DALAM ISU KELAUTAN DAN PERUBAH…

Bersamaan dengan perundingan pada sidang ke-30 badan-badan subsider UNFCCC (United Nations...

KEBUN BOTANI : UPAYA MELESTARIKAN KEKAYA…

Tidak lama lagi kita harus mengimpor benih kayu dari Malaysia atau Thailand karena tak ada...

Kota Hijau Tanpa Transportasi

Oleh Isyana Artharini Perdebatan soal perubahan iklim di Indonesia masih berkutat soal...

Beda Sarjana dengan Cendekiawan

Oleh: Prof Emil Salim Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia merupakan wadah bagi...

Kita Butuh UU Lingkungan Hidup?

PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP, DALAM TATA KELOLA PE...

LANGKAH KOMITMEN ENVIRO- MASTERPLAN PEMB…

Oleh: Raldi H Koestoer Langkah Komitmen Hijau: •Komitmen Enviro/Hijau–Pembangunan Hijau ...

Menhut: Selamatkan Hutan Perlu Aksi, Jan…

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengingatkan, upaya penyelamatan hutan memerlukan aksi...

DAYA DUKUNG LINGKUNGAN UNTUK PENATAAN RU…

•Adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan mahluk hidup ...