Tidak lama lagi kita harus mengimpor benih kayu dari Malaysia atau Thailand karena tak ada upaya pelestarian.

Krisis moneter yang terjadi pada 1998 di Indonesia telah memicu bergulirnya reformasi politik. Sejak saat itu, terjadi ketidakstabilan politik yang berpengaruh pada tidak menentunya ekonomi. Ketidakpastian, baik dalam bidang politik, ekonomi atau sosial, telah menyebabkan merosotnya kualitas hidup di Indonesia.

Salah satu kemerosotan kualitas hidup ini adalah masalah lingkungan. Terutama, adalah berkurangnya luasan dan mutu hutan. Lantaran pembalakan, jenis-jenis tumbuhan pada umumnya beserta penghuni hutan lainnya ikut menyusut. Padahal, banyak jenis tumbuhan atau hewan atau mikroba Indonesia yang tidak hidup di negara lain. Kegiatan pelestarian yang mengupayakan perlindungan terhadap kekayaan hayati Indonesia sebenarnya telah dimulai berpuluh tahun silam bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan dibangunnya kebun-kebun botani.

Kebun botani adalah suatu tempat atau wadah yang mempunyai fungsi utama sebagai lembaga konservasi ex-situ yang melakukan usaha koleksi, pemeliharaan, dan penangkaran berbagai jenis tumbuhan dalam rangka membentuk dan mengembangkan habitat baru. Kebun ini juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana perlindungan dan pelestarian alam dan dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta sarana rekreasi yang sehat.

Nenek moyang kebun botani di Indonesia bisa dibilang ada pada Kebun Raya Bogor yang didirikan pada 18 Mei 1817 oleh Prof Dr CGL Reindwardt. Saat didirikan, kebun ini dinamakan s'Lands Plantentuinte Buitenzorg yang selanjutnya lebih dikenal dengan nama Kebun Raya Bogor. Ia merupakan cikal-bakal pelestarian jenis tumbuhan secara ex-situ di Indonesia.

Meskipun dalam awal sejarahnya Kebun Raya Bogor adalah tempat untuk menampung jenis-jenis tumbuhan pendatang yang bernilai ekonomi, secara perlahan tapi pasti kebun ini berkembang menjadi kebun botani. ''Sebuah kebun untuk tapak pelestarian dan ilmu pengetahuan,'' tutur Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor-LIPI, Irawati, dalam diskusi panel 'Kebun Botani dalam Era Indonesia Baru' di Puspitek Serpong, beberapa waktu lalu.

Di lingkup LIPI, kata Irawati, selain Kebun Raya Bogor, berkembang pula Kebun Pegunungan Cibodas dan Bedugul Bali, serta Kebun Dataran Rendah Kering Purwodadi. LIPI juga mengembangkan Kebun Botani Puspiptek Serpong, sebuah kawasan kebun botani yang menyatu dengan kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong.

Ruang hijau di kawasan ini dimanfaatkan untuk ditanami berbagai jenis tumbuh-tumbuhan khas Indonesia. Kawasan kebun botani Puspiptek Serpong memiliki luas sekira sembilan hektare. Dari sini, telah dihasilkan sebanyak 55 ribu bibit baik secara generatif maupun vegetatif. Penanaman di kebun tercatat sebanyak 5.793 bibit.

Dengan demikian, jumlah tanaman yang telah ditanam di kebun hingga saat ini sejumlah 234.793. Namun, salah seorang pengelola Puspitek Serpong, M Ilham menyatakan, selama ini masih ada kendala-kendala, misalnya tekanan dari penduduk di sekitar kawasan kebun melalui pengambilan rencek, buah-buahan, kayu bakar, bunga-bungaan, dan daun-daunan. ''Hal ini harus dapat diatasi secara menyeluruh oleh pihak keamanan. Karena, hal tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan dan jumlah tanaman koleksi di kebun botani,'' tegasnya.

Di lingkup Departemen Kehutanan dan Departemen Pertanian, kata Irawati, juga berkembang arboretum dan kebun-kebun koleksi lainnya. ''Sementara itu, di tiap kota ada bagian pertamanan yang mengembangkan sebagian wilayah tamannya untuk kebun botani. Tidak ketinggalan pihak swasta pun mengembangkan kebun yang serupa, seperti halnya Kebun Buah Mekarsari,'' jelasnya.

Ahli botani dari LIPI, Setijati Sastrapradja, menambahkan, pentingnya kebun botani untuk pelestarian jenis-jenis tumbuhan asli Indonesia semakin terasa, karena penyusutan hutan Indonesia semakin besar. ''Tidak lama lagi kita harus mengimpor benih kayu dari Malaysia atau Thailand, karena jenis-jenis kayu yang kita miliki belum sempat kita lestarikan, apalagi kita budidayakan,'' keluhnya.

Menurut Setijati, kebun-kebun botani yang sudah ada di Indonesia, kecuali Kebun Raya Indonesia di Bogor, rawan mengalami perubahan karena campur-tangan birokrasi. ''Kalau lahan tempat kebun itu berdiri diperlukan untuk perkantoran atau perumahan, maka tergusurlah tapak pelesarian ini dan lenyap pula koleksi tumbuhan yang ada di atasnya,'' ingatnya.

Sementara itu, lanjut Seijati, pengelola kebun tidak memiliki kewenangan untuk mempertahankannya bila tbirokrasi telah menginginkan untuk kebutuhan lainnya. ''Oleh karena itu diperlukan jaringan kerjasama antarpihak yang peduli untuk berbuat bersama melanjutkan keberadaan kebun-kebun botani tersebut,'' jelasnya.

Iktisar:

- Nenek moyang kebun botani di Indonesia adalah Kebun Raya Bogor yang didirikan pada 18 Mei 1817 oleh Prof Dr CGL Reindwardt.

- LIPI juga mengembangkan Kebun Botani Puspiptek Serpong, sebuah kawasan kebun botani yang menyatu dengan kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong.

Sumber: http://www.lipi.go.id/www.cgi?cetakberita&1190855445&&2007&1036006333

 

Login Form

Berita Terpopuler

Prev Next

Aspek Iklim dalam Perencanaan Perkotaan

Gambar 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim perkotaan (Sumber: Sebastian Wypych...

INDONESIA DALAM ISU KELAUTAN DAN PERUBAH…

Bersamaan dengan perundingan pada sidang ke-30 badan-badan subsider UNFCCC (United Nations...

KEBUN BOTANI : UPAYA MELESTARIKAN KEKAYA…

Tidak lama lagi kita harus mengimpor benih kayu dari Malaysia atau Thailand karena tak ada...

Kota Hijau Tanpa Transportasi

Oleh Isyana Artharini Perdebatan soal perubahan iklim di Indonesia masih berkutat soal...

Beda Sarjana dengan Cendekiawan

Oleh: Prof Emil Salim Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia merupakan wadah bagi...

Kita Butuh UU Lingkungan Hidup?

PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP, DALAM TATA KELOLA PE...

LANGKAH KOMITMEN ENVIRO- MASTERPLAN PEMB…

Oleh: Raldi H Koestoer Langkah Komitmen Hijau: •Komitmen Enviro/Hijau–Pembangunan Hijau ...

Menhut: Selamatkan Hutan Perlu Aksi, Jan…

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengingatkan, upaya penyelamatan hutan memerlukan aksi...

DAYA DUKUNG LINGKUNGAN UNTUK PENATAAN RU…

•Adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan mahluk hidup ...