Bumi Memanas, Butuh Triliunan Rupiah untuk Kurangi Kadar CO2

Kategori: Liputan
Diterbitkan: 19 November 2017
Ditulis oleh LB.Galara Dilihat: 9

 

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu masalah terbesar yang dihadapi manusia adalah pemanasan global (global warming). Hal ini salah satunya disebabkan oleh karbon dioksida berlebihan. 

Pasalnya, karbon dioksida membuat lapisan ozon berlubang, panas matahari yang berlebih, es kutub mencair, hingga permukaan air laut meningkat. 

Sejumlah hal di atas menjadi perhatian Profesor Jum Hansen, mantan kepala ilmu iklim di NASA. Hansen bersama timnya melakukan penelitian, dan temuannya ini patut diwaspadai oleh manusia. 

Menurutnya, manusia harus segera mengurangi kadar karbon dioksida sejak dini. Jika tidak, generasi selanjutnya harus memilih untuk menghadapi peristiwa cuaca berbahaya atau menghabiskan triliunan dolar untuk mencegahnya.

Sejauh ini, bumi sudah jauh melampaui batas pemanasan global. Kadar polusi di atmosfer bumi tidak akan mungkin berkurang dalam hidup manusia. Meski begitu, para peneliti mengatakan, kita bisa menghilangkan karbon dioksida dari atmosfer sekitar 12,5 persen.

Hal ini bisa dilakukan dengan cara sederhana, seperti menanam pohon. Langkah lainnya adalah memanfaatkan teknologi yang fungsinya mirip dengan pohon, yaitu menyerap karbon.

Hasil riset memperkirakan teknologi ini memakan biaya sekitar US$ 535 triliun. Mungkin biaya pengembangan ini mahal. Namun, biaya pencegahan selalu lebih baik daripada biaya mengatasi masalah.

"Melanjutkan emisi bahan bakar fosil yang tinggi dapat membuat generasi selanjutnya mengalami dampak pemanasan yang besar, iklim yang merugikan, atau malah keduanya," tutup Jim.

(Theofilus Ifan Sucipto/Cas)

 

 

Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah dan Perwaku Berjuang Bersama Untuk Lingkungan

Kategori: Liputan
Diterbitkan: 19 November 2017
Ditulis oleh LB.Galara Dilihat: 44

 

Jakarta - Perhimpunan Cendikiawan Lingkungan Indonesia (PERWAKU) pada Rabu, 15 November 2017 melakukan kunjungan silaturrahmi kepada Majelis Lingkungan Hidup Pimpnan Pusat Muhammadiyah. Bertempat di Menteng pertemuan kedua lembaga penggiat lingkungan  juga dihadiri Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) DKI Jakarta. Dalam pertemuan tersebut Perwaku dihadiri oleh DR.Ir.M.Hasroel Thayyeb APU, Dra. Erni Abdullah M.Si, Ir. Yennel Suzia, M.Si, Noni Amini SH, M.Si,  Mikhail Gorbachev Dom,S.Si., M.Si,  dan Lukman Budiman. Sementara dari pihak Majelis Lingkungan di hadiri oleh Seretaris MLH PP Muhammadiyah diantaranya DR. Gatot Supangkat, S, MP.,  Azis Abd.Azis Ansari S.IP., Andi Fajar Bakhti, M,Pd, M.Si dan Hidayat Tri Sutardjo, MM.

Majelis Lingkungan Hidup PP, Muhammadiyah dalam visinya mengungkapkan perlunya kajian lingkungan secara objektif, menyeluruh dan berkeadilan sebagai masukan yang akurat kepada pimpinan dan warga Muhammadiyah serta masyarakat pada umumnya. Hal ini tentunya sejalan dengan visi PERWAKU yaitu terwujudnya peradaban masyarakat yang memuliakan lingkungan bagi keberlanjutan kehidupan

Karena itu kedua belah pihak saling menjajaki sinergisitas untuk mewujudkan visi masing masing. Sinergi ini tentunya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, khususnya penggiat lingkungan untuk bersama sama mewujudkan  apa yang dicita citakan bersama. Namun terdapat beberapa catatan penting yang dihasilkan dari pertemuan tersebut antara laian:

1. Meningkatkan kerjasama antara CSO sesama penggiat lingkungan untuk memberikan hasil yang maksimal dalam setiap program edukasi, advokasi tentang lingkungan.

2. Berinisiatif untuk mengadakan pertemuan rutin " Indonesia  Environmental Club" sehingga bisa menjadi wadah komunikasi sesama penggiat Lingkungan.

3. Mengadakan Seminar "Catatan Akhir Tahun 2017" tentang Lingkungan.

Hasil pertemuan tersebut menjadi bahan pertimbangan bersama menentukan  pola kerjsama   antara sesama penggiat Lingkungan Hidup.

sementara Wakhi Jakarta dalam  beberapa catatan penting terkait penolakannya terhadap keberlanjutan proyek reklamasi di Teluk Jakarta. Penolakan tersebut akan ditindak lanjut dengan upaya deklari penolakan Reklamasi teluk jakarta  dengan beberapa alumni Perguruan Tinggi dari berbagai kampus.

 

 

 

Perwaku dukung Muamalat Dorong Pembangunan Ekosistem Berkelanjutan di Pulau Seribu

Kategori: Liputan
Diterbitkan: 30 April 2012
Ditulis oleh suwardi Dilihat: 4242

logo_muamalat
Kamis, 19 April 2012

Bank Muamalat menggandeng masyarakat Pulau Lancang untuk menjalankan program pembangunan berkelanjutan di daerah yang terletak di wilayah Kepulauan Seribu tersebut. Program ini akan diawali dengan gerakan menanam 20.000 pohon mangrove di kawasan pesisir pulau. Hal ini dilatar belakangi urgensi untuk mengantisipasi abrasi yang selama ini terjadi akibat intrusi air laut. Selain itu, hal ini diharapkan dapat berkontribusi memperbaiki kondisi ekosistem perairan sekitar pulau.

 

bmi_lancang

Selengkapnya: Perwaku dukung Muamalat Dorong Pembangunan Ekosistem Berkelanjutan di Pulau Seribu
 

Sinergi Perwaku-Pemerintah-BMI-Kadin

Kategori: Liputan
Diterbitkan: 30 April 2012
Ditulis oleh suwardi Dilihat: 1349

logodetikfoto
Kamis, 19/04/2012

tanam_pohon

(Foto Detik.com)

Dewan Pakar Perwaku (Dr. M Hasroel Thayib, APU), bersama Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko Bank Muamalat Indonesia (Andi Buchari) bersama Wakil Bupati Kepulauan Seribu (Natsir Sabara), Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Kelautan dan Perikanan (Yugi Prayanto), Direktur Pendayagunaan Pulau-Pualu Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan (Agus Dermawan) dan Direktur Keuangan dan Operasional Bank Muamalat Indonesia (Hendiarto) menanam pohon Mangrove di kawasan pesisir Pulau Lancang Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Kamis (19/4/2012).

 

Perwaku bersama Pemerintah, Kadin dan Bank Muamalat Tumbuhkan Mangrove di Kepulauan Seribu

Kategori: Liputan
Diterbitkan: 30 April 2012
Ditulis oleh suwardi Dilihat: 2383
kadin
23 April 2012
Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kadin Indonesia bidang Kelautan dan Perikanan dan Bank Muamalat dan Ikatan Cendekiawan Lingkungan Hidup Indonesia tengah menggalang program kepedulian lingkungan yang kali ini berbentuk penanaman pohon mangrove di Pulau Lancang Besar Kepulauan Seribu pada Kamis (19/4).

kadin-indonesia

Selengkapnya: Perwaku bersama Pemerintah, Kadin dan Bank Muamalat Tumbuhkan Mangrove di Kepulauan Seribu
 

Halaman 1 dari 12

Login Form

Berita Terpopuler

Prev Next

Aspek Iklim dalam Perencanaan Perkotaan

Gambar 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim perkotaan (Sumber: Sebastian Wypych...

INDONESIA DALAM ISU KELAUTAN DAN PERUBAH…

Bersamaan dengan perundingan pada sidang ke-30 badan-badan subsider UNFCCC (United Nations...

KEBUN BOTANI : UPAYA MELESTARIKAN KEKAYA…

Tidak lama lagi kita harus mengimpor benih kayu dari Malaysia atau Thailand karena tak ada...

Kota Hijau Tanpa Transportasi

Oleh Isyana Artharini Perdebatan soal perubahan iklim di Indonesia masih berkutat soal...

Beda Sarjana dengan Cendekiawan

Oleh: Prof Emil Salim Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia merupakan wadah bagi...

Kita Butuh UU Lingkungan Hidup?

PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP, DALAM TATA KELOLA PE...

LANGKAH KOMITMEN ENVIRO- MASTERPLAN PEMB…

Oleh: Raldi H Koestoer Langkah Komitmen Hijau: •Komitmen Enviro/Hijau–Pembangunan Hijau ...

Menhut: Selamatkan Hutan Perlu Aksi, Jan…

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengingatkan, upaya penyelamatan hutan memerlukan aksi...

DAYA DUKUNG LINGKUNGAN UNTUK PENATAAN RU…

•Adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan mahluk hidup ...