logo_berita_daerah

Sabtu, 18 Februari 2012

(Berita Daerah-Jabodetabek) Bencana banjir akibat perubahan iklim selalu menghantui daerah Jakarta dan sekitarnya. Untuk mencegah hal tersebut, diperlukan moratorium atau penghentian sementara pembukaan tanah dan lahan hutan.

"Semua orang tahu persoalan cuaca dipengaruhi oleh iklim, yaitu pembakaran CO. 40 Persen dari C0 adalah deforestasi, termasuk karena adanya pembukaan hutan dan tanah. Karena itu pembukaan tanah dan lahan harus ada moratorium," kata Emil Salim


Pendapat Emil tersebut disampaikan dalam kapasitas sebagai Ketua Dewan Kehormatan Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia, di Menara Kuningan, Jakarta.

Banjir adalah salah satu jenis bencana hindrometerologi selain kekeringan, tanah longsor dan bencana alam. Ini terjadi tidak lepas dari adanya pengaruh pemanasan global yang berdampak pada perubahan iklim.

Menurut Emil, selain menghentikan sementara pembukaan lahan, pemerintah juga perlu memperhatikan masalah energi industri. Namun, di antara itu semua, yang paling wajib dilakukan adalah menghentikan penebangan hutan atau deforestasi.

Di tempat yang sama, Hasroel Thayeb selaku Dewan Pakar PERWAKU mengatakan bahwa mengganti sumber daya alam dengan energi terbarukan bisa dilakukan tanpa merusak rencana pembangunan nasional.

"Selalu ada jalan untuk mengatasi kelangkaan sumber daya alam, dan sekarang tinggal kita yang harus memikirkan supaya kita dapat memasuki celah yang ada," ujarnya.

Hasroel juga menilai, kebutuhan energi dunia saat ini seolah tidak dapat dihindari dan selalu terjadi peningkatan kebutuhan dari negara-negara berkembang. Keadaan ini tentu berbenturan dengan ketersediaan sumber daya alam yang ada khususnya sumber daya alam yang yang tidak dapat diperbaharui (non-renewable).

Sumber: beritadaerah



Login Form

Berita Terpopuler

Prev Next

Aspek Iklim dalam Perencanaan Perkotaan

Gambar 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim perkotaan (Sumber: Sebastian Wypych...

INDONESIA DALAM ISU KELAUTAN DAN PERUBAH…

Bersamaan dengan perundingan pada sidang ke-30 badan-badan subsider UNFCCC (United Nations...

KEBUN BOTANI : UPAYA MELESTARIKAN KEKAYA…

Tidak lama lagi kita harus mengimpor benih kayu dari Malaysia atau Thailand karena tak ada...

Kota Hijau Tanpa Transportasi

Oleh Isyana Artharini Perdebatan soal perubahan iklim di Indonesia masih berkutat soal...

Beda Sarjana dengan Cendekiawan

Oleh: Prof Emil Salim Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia merupakan wadah bagi...

Kita Butuh UU Lingkungan Hidup?

PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP, DALAM TATA KELOLA PE...

LANGKAH KOMITMEN ENVIRO- MASTERPLAN PEMB…

Oleh: Raldi H Koestoer Langkah Komitmen Hijau: •Komitmen Enviro/Hijau–Pembangunan Hijau ...

Menhut: Selamatkan Hutan Perlu Aksi, Jan…

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengingatkan, upaya penyelamatan hutan memerlukan aksi...

DAYA DUKUNG LINGKUNGAN UNTUK PENATAAN RU…

•Adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan mahluk hidup ...