antara
Jumat, 20 April 2012

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kadin Indonesia bidang Kelautan & Perikanan dan Bank Muamalat Indonesia (BMI) serta dan Ikatan Cendekiawan Lingkungan Hidup Indonesia menggalang program kepedulian lingkungan berbentuk penanaman pohon mangrove di Pulau Lancang Besar, Kepulauan Seribu pada Kamis (19/4).

Siaran pers panitia program penanaman mangrove, Jumat (20/4), menyebutkan, hadir dalam acara itu antara Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto, Wakil Bupati Kepulauan Seribu Natsir Sabara, Direktur Compliance & Risk Management BMI Andi Buchari, Direktur Finance & Operations BMI Hendiarto, Direktur Eksekutif BMM Isnaini Mufti Aziz, Direktur Pendayagunaan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan & Perikanan RI Agus Dermawan dan pejabat daerah setempat.


Yugi Prayanto mengatakan bahwa kegiatan ini direncanakan akan berlangsung 2 kali dalam setahun dan akan dilaksanakan di daerah-daerah lain melalui program ‘Kadin Go Green’.

"Program seperti ini penting dilakukan karena penanaman mangrove bisa membantu perkembang-biakan udang dan kepiting,” ungkap Yugi.

Yugi menyatakan, saat ini (19/4) telah dilakukan penanaman 20 ribu pohon mangrove senilai Rp500 juta di Pulau Lancang Besar.


Berdayakan masyarakat

Sementara itu, dalam siaran pers PT Bank Muamalat Indonesia (BMI), melalui Baitulmaal Muamalat (BMM), mengadakan simbolisasi penanaman bakau (mangrove) di Pulau Lancang Besar, Kepulauan Seribu, Kamis (19/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari konsep Kampung Hijau Muamalat (Muamalat Green Village).

Melalui kegiatan ini, Muamalat berupaya mengembangkan kawasan bernilai ekonomi berbasis masyarakat. Dengan menanam bakau, abrasi laut dapat diminimalisir. Keragaman hayati di dalamnya pun bisa dilindungi.

Selain itu, bakau juga bernilai ekonomis. Jadi, penanaman bakau ini tidak hanya berarti melakukan penghijauan, tapi juga membuka akses pemberdayaan masyarakat setempat. Lebih lanjut, aksi sosial ini adalah upaya untuk menciptakan Kampung Hijau Muamalat (Muamalat Green Village).

Rencananya, Muamalat akan menanam sekitar 20 ribu pohon bakau. Alokasi dana yang dianggarkan sekitar Rp 500 juta khusus untuk penanaman. Pohon bakau baru dirasakan manfaatnya setelah lima tahun sejak bibit ditanam. Dalam kesempatan ini, Muamalat juga menyalurkan bantuan sosial kepada warga setempat.(*)

Editor: Ruslan Burhani

Sumber: Antara

Login Form

Berita Terpopuler

Prev Next

Aspek Iklim dalam Perencanaan Perkotaan

Gambar 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim perkotaan (Sumber: Sebastian Wypych...

INDONESIA DALAM ISU KELAUTAN DAN PERUBAH…

Bersamaan dengan perundingan pada sidang ke-30 badan-badan subsider UNFCCC (United Nations...

KEBUN BOTANI : UPAYA MELESTARIKAN KEKAYA…

Tidak lama lagi kita harus mengimpor benih kayu dari Malaysia atau Thailand karena tak ada...

Kota Hijau Tanpa Transportasi

Oleh Isyana Artharini Perdebatan soal perubahan iklim di Indonesia masih berkutat soal...

Beda Sarjana dengan Cendekiawan

Oleh: Prof Emil Salim Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia merupakan wadah bagi...

Kita Butuh UU Lingkungan Hidup?

PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP, DALAM TATA KELOLA PE...

LANGKAH KOMITMEN ENVIRO- MASTERPLAN PEMB…

Oleh: Raldi H Koestoer Langkah Komitmen Hijau: •Komitmen Enviro/Hijau–Pembangunan Hijau ...

Menhut: Selamatkan Hutan Perlu Aksi, Jan…

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengingatkan, upaya penyelamatan hutan memerlukan aksi...

DAYA DUKUNG LINGKUNGAN UNTUK PENATAAN RU…

•Adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan mahluk hidup ...