logo_muamalat
Kamis, 19 April 2012

Bank Muamalat menggandeng masyarakat Pulau Lancang untuk menjalankan program pembangunan berkelanjutan di daerah yang terletak di wilayah Kepulauan Seribu tersebut. Program ini akan diawali dengan gerakan menanam 20.000 pohon mangrove di kawasan pesisir pulau. Hal ini dilatar belakangi urgensi untuk mengantisipasi abrasi yang selama ini terjadi akibat intrusi air laut. Selain itu, hal ini diharapkan dapat berkontribusi memperbaiki kondisi ekosistem perairan sekitar pulau.

 

bmi_lancang

Tak hanya menanam, Bank Muamalat juga berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Seribu dan masyarakat setempat untuk melakukan upaya konservasi dan pemeliharaan selepas penanaman. Pada tahap awal Bank Muamalat mengalokasikan budget minimal sebesar Rp 500 juta khusus untuk penanaman, dimana program ini akan diteruskan hingga durasinya mencapai lima tahun guna memastikan masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.

Program ini secara simbolis ditandai dengan penanaman Mangrove bersama oleh Jajaran Direksi Bank Muamalat, para pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan, para pejabat Kementerian Lingkungan Hidup dan Wakil Ketua Umum beserta unsur pimpinan Kadin Indonesia. “Aktivitas Corporate Social Responsibility Bank Muamalat di tahun 2012 akan terlihat lebih beragam, selain program-program Ekonomi yang secara rutin dilakukan di seluruh Indonesia, akhir-akhir ini Bank Muamalat juga menjalankan berbagai aktivitas pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan, pendidikan serta lingkungan, seperti yang dilakukan saat ini di pulau lancang’, ujar Direktur Utama Bank Muamalat Arviyan Arifin.

Bank Muamalat berupaya merancang program ini agar turut melibatkan masyarakat secara aktif serta berkesinambungan. Dalam jangka waktu 5 tahun, Bank Muamalat menargetkan pendapatan perkapita masyarakat pulau lancang akan meningkat sekitar 25%. Untuk mencapainya, Bank Muamalat akan membangun dan membina 10 cluster wirausaha di pulau tersebut. Pengembangan cluster wirausaha akan dijalankan kearah terciptanya 10 produk unggulan berbasis lokal. Tak hanya itu, berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan penduduk juga akan dijalankan dengan partisipasi aktif masyarakat. Pionir perbankan syariah di Indonesia inipun juga berinisiasi memberikan beasiswa bagi para siswa guna mendukung kegiatan pendidikan di daerah tersebut. “Bank Muamalat berharap aktivitas CSR ini dapat membawa kontribusi yang signifikan serta sustainable bagi warga, oleh karena itu kami merencanakan durasi program ini hingga 5 tahun”, imbuh Arviyan.

Bank Muamalat menjalankan berbagai aktivitas sosial melalui anak usahanya, Baitulmaal Muamalat (BMM). Lembaga non profit yang didirikan Bank Muamalat sejak Juni tahun 2000 ini menjalankan berbagai program pemberdayaan ekonomi yang meliputi Micro Finance, Islamic Sosial Fund dan Community Development. BMM memiliki berbagai program pemberdayaan masyarakat lainnya, seperti KUM3, Santun, ISS, dan LKMS. KUM3 (Komunitas Usaha Mikro Muamalat berbasis Masjid) misalnya, merupakan program pemberdayaan ekonomi mustahik melalui pengguliran dana zakat sebagai modal usaha berbasis masjid. Program yang telah dimulai sejak September 2006 ini tersebar di 24 provinsi dan telah memberdayakan sekitar 5.000 mustahik di seluruh Indonesia. (hnf/hnf)

Sumber: muamalat

Login Form

Berita Terpopuler

Prev Next

Aspek Iklim dalam Perencanaan Perkotaan

Gambar 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim perkotaan (Sumber: Sebastian Wypych...

INDONESIA DALAM ISU KELAUTAN DAN PERUBAH…

Bersamaan dengan perundingan pada sidang ke-30 badan-badan subsider UNFCCC (United Nations...

KEBUN BOTANI : UPAYA MELESTARIKAN KEKAYA…

Tidak lama lagi kita harus mengimpor benih kayu dari Malaysia atau Thailand karena tak ada...

Kota Hijau Tanpa Transportasi

Oleh Isyana Artharini Perdebatan soal perubahan iklim di Indonesia masih berkutat soal...

Beda Sarjana dengan Cendekiawan

Oleh: Prof Emil Salim Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia merupakan wadah bagi...

Kita Butuh UU Lingkungan Hidup?

PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP, DALAM TATA KELOLA PE...

LANGKAH KOMITMEN ENVIRO- MASTERPLAN PEMB…

Oleh: Raldi H Koestoer Langkah Komitmen Hijau: •Komitmen Enviro/Hijau–Pembangunan Hijau ...

Menhut: Selamatkan Hutan Perlu Aksi, Jan…

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengingatkan, upaya penyelamatan hutan memerlukan aksi...

DAYA DUKUNG LINGKUNGAN UNTUK PENATAAN RU…

•Adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan mahluk hidup ...