Jakarta - Perhimpunan Cendikiawan Lingkungan Indonesia (PERWAKU) pada Rabu, 15 November 2017 melakukan kunjungan silaturrahmi kepada Majelis Lingkungan Hidup Pimpnan Pusat Muhammadiyah. Bertempat di Menteng pertemuan kedua lembaga penggiat lingkungan  juga dihadiri Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) DKI Jakarta. Dalam pertemuan tersebut Perwaku dihadiri oleh DR.Ir.M.Hasroel Thayyeb APU, Dra. Erni Abdullah M.Si, Ir. Yennel Suzia, M.Si, Noni Amini SH, M.Si,  Mikhail Gorbachev Dom,S.Si., M.Si,  dan Lukman Budiman. Sementara dari pihak Majelis Lingkungan di hadiri oleh Seretaris MLH PP Muhammadiyah diantaranya DR. Gatot Supangkat, S, MP.,  Azis Abd.Azis Ansari S.IP., Andi Fajar Bakhti, M,Pd, M.Si dan Hidayat Tri Sutardjo, MM.

Majelis Lingkungan Hidup PP, Muhammadiyah dalam visinya mengungkapkan perlunya kajian lingkungan secara objektif, menyeluruh dan berkeadilan sebagai masukan yang akurat kepada pimpinan dan warga Muhammadiyah serta masyarakat pada umumnya. Hal ini tentunya sejalan dengan visi PERWAKU yaitu terwujudnya peradaban masyarakat yang memuliakan lingkungan bagi keberlanjutan kehidupan

Karena itu kedua belah pihak saling menjajaki sinergisitas untuk mewujudkan visi masing masing. Sinergi ini tentunya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, khususnya penggiat lingkungan untuk bersama sama mewujudkan  apa yang dicita citakan bersama. Namun terdapat beberapa catatan penting yang dihasilkan dari pertemuan tersebut antara laian:

1. Meningkatkan kerjasama antara CSO sesama penggiat lingkungan untuk memberikan hasil yang maksimal dalam setiap program edukasi, advokasi tentang lingkungan.

2. Berinisiatif untuk mengadakan pertemuan rutin " Indonesia  Environmental Club" sehingga bisa menjadi wadah komunikasi sesama penggiat Lingkungan.

3. Mengadakan Seminar "Catatan Akhir Tahun 2017" tentang Lingkungan.

Hasil pertemuan tersebut menjadi bahan pertimbangan bersama menentukan  pola kerjsama   antara sesama penggiat Lingkungan Hidup.

sementara Wakhi Jakarta dalam  beberapa catatan penting terkait penolakannya terhadap keberlanjutan proyek reklamasi di Teluk Jakarta. Penolakan tersebut akan ditindak lanjut dengan upaya deklari penolakan Reklamasi teluk jakarta  dengan beberapa alumni Perguruan Tinggi dari berbagai kampus.

 

 

Login Form

Berita Terpopuler

Prev Next

Aspek Iklim dalam Perencanaan Perkotaan

Gambar 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim perkotaan (Sumber: Sebastian Wypych...

INDONESIA DALAM ISU KELAUTAN DAN PERUBAH…

Bersamaan dengan perundingan pada sidang ke-30 badan-badan subsider UNFCCC (United Nations...

KEBUN BOTANI : UPAYA MELESTARIKAN KEKAYA…

Tidak lama lagi kita harus mengimpor benih kayu dari Malaysia atau Thailand karena tak ada...

Kota Hijau Tanpa Transportasi

Oleh Isyana Artharini Perdebatan soal perubahan iklim di Indonesia masih berkutat soal...

Beda Sarjana dengan Cendekiawan

Oleh: Prof Emil Salim Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia merupakan wadah bagi...

Kita Butuh UU Lingkungan Hidup?

PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP, DALAM TATA KELOLA PE...

LANGKAH KOMITMEN ENVIRO- MASTERPLAN PEMB…

Oleh: Raldi H Koestoer Langkah Komitmen Hijau: •Komitmen Enviro/Hijau–Pembangunan Hijau ...

Menhut: Selamatkan Hutan Perlu Aksi, Jan…

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengingatkan, upaya penyelamatan hutan memerlukan aksi...

DAYA DUKUNG LINGKUNGAN UNTUK PENATAAN RU…

•Adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan mahluk hidup ...