Bogor, Masyarakat Hindu Indonesia yang tergabung dalam Parisada Hindu Dharma Indonesia  (PHDI)  mengadakan penanaman pohon disekitar Pura Parahyangan Agung Jagatkartta Gunung Salak, Minggu 26 Februari 2018. Acara tersebut merupakana  rangkaian perayaan  Nyepi Tahun Baru Saka 1940 yang diisi dengan acara Yoga bersama, Penyuluhan Anti Penyalahgunaan Narkotika, Donor Darah  dan penanaman 1500 pohon.

Dalam sambutan ketua Umum Panitia Nasional Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940, Laksda TNI I Nyoman Gede Ariawan yang dibacakan oleh Marsekal Pertama TNI. Nyoman Trisantoso, "penanaman pohonatau penghijauan  ang kita laksanakan pada hari ini adalah merupakan wujud kepedulian kita untuk mrnjaga kesimbangan ekosistem pada lingkungan, sebagai implementasi  daripada ajaran Tri Hita Karana. Seperti yang kita ketahui bersama  Tri Hita Karana mengajarkan  agar kita menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Yang Maha Pencipta (Hyang Widhi), manusia  dengan sesama warga masyarakat dan manusia  dengan alam sekitar."

Hadir dalam acara tersebut pengurus pusat  Parisada Hindu Dharma Indonesia diantaranya Ketua Umum Parisada Mayjend TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Bidang organisasi Dr. Wayan Suyasa, dan beberapa tokoh masyarakat Hindu Indonesia diantaranya, Laksmana Pertama TNI. Putu Angga, Drg. Nyoman Suartanu, Kolonel Inf. Nyoman Sukasana. 

Acara penanaman tersebut juga di hadiri oleh Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia (PERWAKU). Hadir dari perwaku nampak Prof. Dr. Ir. Hasroel Thayyeb, Maria Purwanto, Msi dan  L. Budiman. Kehadiran Perwaku dalam rangka membangun komunikasi antar iman dalam melestarikan ingkungan dengan mengedepankan nilai nilai keagamaan dan budaya yang telah tumbuh, berkembang dan mengakar  di masyarakat sebagaimana yang telah dibicarakan pada audiensi antara Perwaku dan PHDI. Pada kesempatan tersebut Prof. Hasroel menyampaiakan untuk menanam tanaman berbuah dengan akar yang kuat agar pohon tersebut menghasilkan makanan dan dapat menjaga ketahanan tanah dari bahaya longsor.

 

 

Login Form

Berita Terpopuler

Prev Next

INDONESIA DALAM ISU KELAUTAN DAN PERUBAH…

Bersamaan dengan perundingan pada sidang ke-30 badan-badan subsider UNFCCC (United Nations...

Aspek Iklim dalam Perencanaan Perkotaan

Gambar 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim perkotaan (Sumber: Sebastian Wypych...

KEBUN BOTANI : UPAYA MELESTARIKAN KEKAYA…

Tidak lama lagi kita harus mengimpor benih kayu dari Malaysia atau Thailand karena tak ada...

Menhut: Selamatkan Hutan Perlu Aksi, Jan…

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengingatkan, upaya penyelamatan hutan memerlukan aksi...

Kota Hijau Tanpa Transportasi

Oleh Isyana Artharini Perdebatan soal perubahan iklim di Indonesia masih berkutat soal...

Beda Sarjana dengan Cendekiawan

Oleh: Prof Emil Salim Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia merupakan wadah bagi...

Kita Butuh UU Lingkungan Hidup?

PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP, DALAM TATA KELOLA PE...

LANGKAH KOMITMEN ENVIRO- MASTERPLAN PEMB…

Oleh: Raldi H Koestoer Langkah Komitmen Hijau: •Komitmen Enviro/Hijau–Pembangunan Hijau ...

DAYA DUKUNG LINGKUNGAN UNTUK PENATAAN RU…

•Adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan mahluk hidup ...