Jakarta 9 April 2018, Dalam rangka penyelenggaraan Musyawarah Nasional Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia (Perwaku), Dewan Pengurus Nasional melakukan audiensi dan tukar pikiran mengenai rencana penyelenggaraan Munas ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Dr.ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. Dalam pertemuan tersebut Perwaku memberikan masukan kepada pemerintah terkait tata ruang  dan konsep kehutanan Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup  dan Kehutanan sangat merespon dan menerima semua masukan dari unsur masyarakat. "Kami sangat terbuka dengan masukan, terlebih lagi jika organisasi seperti perwaku mampu memberikan landasan sesacara saintifik"ungkap menteri KLKH. Sambutan yang hangat dari kementerian berlanjut dengan kesedian  menteri KLHK menjadi bagian penasehat Perhimpnan Cendekiawan Lingkunan Hidup yang di dirikan oleh prof. Emil salim, Prof. Koesnadi Hardjasoemantri (mantan Rektor UGM), Prof. Retno, Prof. Herman Heruman dan sejumlah nama lainnya.

Munas yang sedianya dilaksanakan pada tanggal 28 April 2018 sekaligus menyambut hari bumi, mengagendakan seminar yang menghadirkan tema lingkungan di mata agama dan kepercayaan dengan pemateri perwakilan masing masing seperti MLH Muhammadiyah, PB NU, Kongres Wali Gereja Indonesia, Persekuuan Gereja Indonesia (PGI),  Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Parisada Budha Dharma Indonesia (PBDI), masyarakat Konghuchu (MATAKIN) serta beberapa tokoh lokal. Kehadiran tokoh agama dan lokal ini tentunya akan memberikan gambaran bagaimana agama memeandang lingkngan sebagai satu kesatuan dalam menjalankan agama dan kepercaaannya. Juga kan memberikan gambaran  usaha usaha yang telah dilakukan guna menjaga kelestarian lingkungan di Indonesia.

Acara juga akan diisi seminar tentang penegakan hukum Lingkungan dengan Menghadirkan Baresskrim Polri, Dirjen Penegakan Hukum, Dr. Drajat Wibowo, Mas ahmad Santoso dan prof. Jatna. Pada sesi ini tentunya kita akan mendapatkan gambaran sejauh mana pemangku kebijakan melaksanakan penegkan hukum atas kerusakan lingkungan oleh orang perorang dan koorporasi.

Acara yang sedianya akan di buka oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada hari sabtu, 28 April 2018 dilanjutkan dengan mendengarkan pembicara kunci prof. Dr. Emil salim selaku Ketua Dewan pendiri PERWAKU.

 

 

Login Form

Berita Terpopuler

Prev Next

Aspek Iklim dalam Perencanaan Perkotaan

Gambar 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim perkotaan (Sumber: Sebastian Wypych...

INDONESIA DALAM ISU KELAUTAN DAN PERUBAH…

Bersamaan dengan perundingan pada sidang ke-30 badan-badan subsider UNFCCC (United Nations...

KEBUN BOTANI : UPAYA MELESTARIKAN KEKAYA…

Tidak lama lagi kita harus mengimpor benih kayu dari Malaysia atau Thailand karena tak ada...

Kota Hijau Tanpa Transportasi

Oleh Isyana Artharini Perdebatan soal perubahan iklim di Indonesia masih berkutat soal...

Beda Sarjana dengan Cendekiawan

Oleh: Prof Emil Salim Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia merupakan wadah bagi...

Kita Butuh UU Lingkungan Hidup?

PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP, DALAM TATA KELOLA PE...

LANGKAH KOMITMEN ENVIRO- MASTERPLAN PEMB…

Oleh: Raldi H Koestoer Langkah Komitmen Hijau: •Komitmen Enviro/Hijau–Pembangunan Hijau ...

Menhut: Selamatkan Hutan Perlu Aksi, Jan…

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengingatkan, upaya penyelamatan hutan memerlukan aksi...

DAYA DUKUNG LINGKUNGAN UNTUK PENATAAN RU…

•Adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan mahluk hidup ...