Mengangkat tema “Sinergisitas Dan Penguatan Program Untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam yang Berkelanjutan”, Rapat Koordinasi Nasional Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi dibuka oleh Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurahman, Jumat (20/4/2018) di Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar.

Ketua MLH PP Muhammadiyah Prof. Muhjidin Mawardi, M.Eng.mengatakan dalam sambutannya bahwa “Muhammadiyah menganggap isu lingkungan sebagai permasalahan yang harus dihadapi dan diberikan solusi menghadapainya. Karenanya Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MLH PPM) dibentuk untuk menjalankan berbagai program dalam meningkatkan kualitas lingkungan yang lebih baik”, ujarnya.

Rakornas ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan pengelolaan berbagai program-program secara lebih efektif dan efisien, dengan titik berat untuk meningkatkan  peran MLH baik di Pusat, Wilayah dan Daerah dalam kepedulian terhadap aksi penyelamatan lingkungan guna mendukung pencapaian target Muhammadiyah dalam hal lingkungan serta memastikan keberlanjutan dan sinergisitas program majelis lingkungan di daerah/region.

 Kita bersyukur beberapa MLH Pimpinan Muhammadiyah Wilayah/Daerah telah merumuskan dan mengaplikasi program-program konkrit untuk penyelmatan lingkungan seperti Sekolah Sungai Muhammadiyah (SSM) yang diinisiasi PWM DIY, Sekolah Sedekah Sampah oleh PSLHK UMM, KKN Tematik Lingkungan Hidup oleh UMMI, Gerakan Shodaqoh Sampah berbasis Masjid oleh MLH PDM Kota Yogyakarta, Sekolah Tangguh Bencana oleh MLHPB PWM Jawa Timur, Pengelolaan Gedung Ramah Lingkungan oleh MLH PWM Sulsel,  Pengembangan Pengelolaan Hutan Pendidikan oleh UM Palangkaraya, Gerakan Menanam Pohon Produktif oleh MLH PDM Kota Bekasi, Gerakan Hijau Masjidku dan Bersih Udaraku oleh MLH PWM Sultra, Gerakan Memanen Air Hujan oleh MLH PDM Kota Yogyakarta, Sekolah Kader Lingkungan oleh MLH PWM Jawa Barat dan masih banyak gerakan-gerakan penyelamatan lingkungan yang dilakukan Muhammadiyah lainnya.

 Semua itu membuktikan bahwa “MLH PP Muhammadiyah senantiasa akan menanamkan pemahaman dalam memperlakukan bangunan, udara, air, sungai, sampah, limbah dan energi serta memeliharanya secara baik dan benar bukan hanya secara pemahaman lingkungan tetapi juga agama”, tandas Prof. Muhjidin yang juga Guru Besar UGM ini.

Dalam Rakornas ini ditrekankan pentingnya penguatan perbaikan dan pengelolaan lingkungan melalui Pendidikan Lingkungan, dalam kesempatan ini juga dilaunching Buku Panduan Implementasi Audit Lingkungan Mandiri Muhammadiyah (ALiMM), yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kondisi dan pengelolaan bangunan dan lingkungan sekitarnya sehingga dampak merusak pada lingkungan hidup dapat diminimalisasi dan untuk menjaga kesehatan manusia dan ekosistem” (hidayat tri).

 

 

 

Login Form

Berita Terpopuler

Prev Next

Aspek Iklim dalam Perencanaan Perkotaan

Gambar 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim perkotaan (Sumber: Sebastian Wypych...

INDONESIA DALAM ISU KELAUTAN DAN PERUBAH…

Bersamaan dengan perundingan pada sidang ke-30 badan-badan subsider UNFCCC (United Nations...

KEBUN BOTANI : UPAYA MELESTARIKAN KEKAYA…

Tidak lama lagi kita harus mengimpor benih kayu dari Malaysia atau Thailand karena tak ada...

Kota Hijau Tanpa Transportasi

Oleh Isyana Artharini Perdebatan soal perubahan iklim di Indonesia masih berkutat soal...

Beda Sarjana dengan Cendekiawan

Oleh: Prof Emil Salim Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia merupakan wadah bagi...

Kita Butuh UU Lingkungan Hidup?

PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP, DALAM TATA KELOLA PE...

LANGKAH KOMITMEN ENVIRO- MASTERPLAN PEMB…

Oleh: Raldi H Koestoer Langkah Komitmen Hijau: •Komitmen Enviro/Hijau–Pembangunan Hijau ...

Menhut: Selamatkan Hutan Perlu Aksi, Jan…

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengingatkan, upaya penyelamatan hutan memerlukan aksi...

DAYA DUKUNG LINGKUNGAN UNTUK PENATAAN RU…

•Adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan mahluk hidup ...