Pusat Harus Serahkan Pengelolaan SDA pada Pemerintah Daerah

Kategori: Liputan
Diterbitkan: 20 Oktober 2011
Ditulis oleh suwardi Dilihat: 1546

logo_analisa

Jumat, 20 Mei 2011

Pusat Harus Serahkan Pengelolaan SDA pada Pemerintah Daerah
(Analisa/mahjijah chair) Kepala BLH Sumut Dr Ir Hidayati MSi (kanan) foto bersama dengan para pembicara seminar nasional, salah satunya Emil Salim, mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup (2 dari kiri) usai diulosi oleh Rektor USU Prof Syahril Pasaribu.

Medan, (Analisa). Dengan sistem desentralisasi, pemerintah pusat saatnya menyerahkan hak kekuasaan pengelolaan sumberdaya alam kepada pemerintah daerah.
"Karena itu, tanggungjawab pemerintah daerah untuk pembangunan daerahnya sangat besar baik provinsi maupun kabupaten," jelas Mantan Menteri Lingkungan Hidup Prof Emil Salim pada Seminar Nasional Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup untuk Pembangunan Berkelanjutan yang digelar Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumut bekerjasama dengan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam-SPs Universitas Sumatera Utara dan Perhimpunan Cendikiawan Lingkungan (Perwaku) DPW Sumut di Hotel Madani, Kamis (19/5).
Selengkapnya: Pusat Harus Serahkan Pengelolaan SDA pada Pemerintah Daerah
 

Jangan Melawan Alam, Ikuti Kaidahnya

Kategori: Liputan
Diterbitkan: 20 Oktober 2011
Ditulis oleh suwardi Dilihat: 1588

mediaprofesi

Jumat, 29 Oktober 2010

oleh : Mahar Prastowo

Jakarta, MediaProfesi.com - Ketua Dewan Pakar Perwaku (Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan), Dr. Ir. Muhammad Hasroel Thayib, APU menyatakan, Indonesia mempunyai lingkungan yang unik, tidak ada negara lain seunik Indonesia. Posisinya strategis diantara benua Asia dan Australia, berada di bentang vulkanik dengan kekayaan dan keanekaragaman flora, fauna serta sumber daya alam.

 

Hanya saja terjadinya degradasi lingkungan,  selain kadang kita tidak sadar lingkungan, juga tidak dikuasainya kaidah-kaidah lingkungan. “Kita jangan melawan alam, tapi ikuti kaidahnya,” kata Hasroel.

Selengkapnya: Jangan Melawan Alam, Ikuti Kaidahnya
 

Tak Cuma Ekonomi, Macet Juga Rugikan Kesehatan

Kategori: Liputan
Diterbitkan: 20 Oktober 2011
Ditulis oleh suwardi Dilihat: 1623

okezone
Senin, 4 Oktober 2010

Jakarta Terancam Lumpuh 2011

Siti Ruqoyah - Okezone
Ilustrasi kemacetan di Jakarta (Foto: okezone)
Ilustrasi kemacetan di Jakarta (Foto: okezone)
JAKARTA - Kemacetan ternyata tidak hanya menimbulkan kerugian materi yang seperti diungkapkan para peneliti bisa mencapai triliunan rupiah per tahun, melainkan juga merugikan kesehatan.

Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) mencatat kerugian akibat macet mencapai Rp12,8 triliun per tahun.
Selengkapnya: Tak Cuma Ekonomi, Macet Juga Rugikan Kesehatan
 

Artis Bakal Gelar Kolaborasi Seni dan Lingkungan

Kategori: Liputan
Diterbitkan: 20 Oktober 2011
Ditulis oleh suwardi Dilihat: 1375

logokl

SELEBRITI

Kamis, 28 Oktober 2010 12:10
Kapanlagi.com - Kondisi lingkungan yang kian parah lantaran kurang sadarnya manusia dalam menjaga dan melestarikan, menuai bencana yang terus-menerus menerpa Indonesia. Untuk itu bersama Perhimpunan Cendikiawan Lingkungan Indonesia (Perwaku), sejumlah artis bakal menyelenggarakan pagelaran berupa kolaborasi antara seni dan lingkungan. Menurut rencana acara tersebut akan diselenggarakan Jumat, 29 Oktober mendatang di Sasano Langen Budoyo TMII. Salah satu pendukung gelaran ini adalah Rika Roeslan.

Selengkapnya: Artis Bakal Gelar Kolaborasi Seni dan Lingkungan
 

Masyarakat Harus Belajar Tanda-tanda Alam

Kategori: Liputan
Diterbitkan: 20 Oktober 2011
Ditulis oleh suwardi Dilihat: 1611

erabaru

Senin, 05 Oktober 2009

korbangempaambacang.
Jakarta - Belajar dari berbagai kasus bencana seperti terjadi di Padang, Sumatera Barat dan Aceh harusnya masyarakat belajar tanda-tanda alam yang biasanya menyertai sebelum bencana terjadi.

"Dampak gempa terhadap lingkungan besar sekali. Yang pasti semua sendi-sendi kehidupan hancur dan memakan banyak korban," kata Ketua Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan (Perwaku) sekaligus Ketua PMU Kebun Raya dan Benda Cagar Dep. PU, Yennel S Suzia di Jakarta, Senin (5/10).

Selengkapnya: Masyarakat Harus Belajar Tanda-tanda Alam
 

Login Form

Berita Terpopuler

Prev Next

Aspek Iklim dalam Perencanaan Perkotaan

Gambar 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim perkotaan (Sumber: Sebastian Wypych...

INDONESIA DALAM ISU KELAUTAN DAN PERUBAH…

Bersamaan dengan perundingan pada sidang ke-30 badan-badan subsider UNFCCC (United Nations...

KEBUN BOTANI : UPAYA MELESTARIKAN KEKAYA…

Tidak lama lagi kita harus mengimpor benih kayu dari Malaysia atau Thailand karena tak ada...

Kota Hijau Tanpa Transportasi

Oleh Isyana Artharini Perdebatan soal perubahan iklim di Indonesia masih berkutat soal...

Beda Sarjana dengan Cendekiawan

Oleh: Prof Emil Salim Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia merupakan wadah bagi...

Kita Butuh UU Lingkungan Hidup?

PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP, DALAM TATA KELOLA PE...

LANGKAH KOMITMEN ENVIRO- MASTERPLAN PEMB…

Oleh: Raldi H Koestoer Langkah Komitmen Hijau: •Komitmen Enviro/Hijau–Pembangunan Hijau ...

Menhut: Selamatkan Hutan Perlu Aksi, Jan…

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengingatkan, upaya penyelamatan hutan memerlukan aksi...

DAYA DUKUNG LINGKUNGAN UNTUK PENATAAN RU…

•Adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan mahluk hidup ...