Pemerintah Dianggap Gagal Atasi Kerusakan Lingkungan

Kategori: Liputan
Diterbitkan: 18 Desember 2010
Ditulis oleh suwardi Dilihat: 1499

tribunnews1

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia (PERWAKU) menganggap pemerintah gagal mengatasi kerusakan lingkungan yang menyebabkan meningkatnya kemiskinan.

Demikian diutarakan Sekretaris Jendral Perwaku, Herdianto WK pada acara perhelatan Perwaku di Kridangga Ballroom Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Jumat (30/04/2010). "Tiga dampak kerusakan lingkungan yang berpotensi memiskinkan rakyat yaitu banjir, kemacetan lalu lintas dan penyakit karena buruknya kesehatan lingkungan," kata Herdianto.

Selengkapnya: Pemerintah Dianggap Gagal Atasi Kerusakan Lingkungan
 

BERSINERGI DENGAN LINGKUNGAN SEKITAR

Kategori: Liputan
Diterbitkan: 03 Mei 2010
Ditulis oleh suwardi Dilihat: 1691

icon_logopu

Berita PU-www.pu.go.id

Minggu, 4 Oktober 2009 09:00

ppq041009indah1

Dampak gempa terhadap lingkungan sangat besar sekali. Yang pasti semua sendi-sendi kehidupan hancur dan memakan banyak korban. Bencana tersebut adalah peristiwa alam. Memakan banyak korban karena kita tidak perduli pada alam dan tanda-tanda alam. Demikian dikatakan Yennel S Suzia Ketua Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan (Perwaku) sekaligus Ketua PMU Kebun Raya dan Benda Cagar Dep. PU dalam Dialog di TVRI, Minggu (4/10).

buy cialis online without rx order cialis - millpharmacy.com buy cialis online safe

Selengkapnya: BERSINERGI DENGAN LINGKUNGAN SEKITAR
 

Kerugian Akibat Kegagalan Penataan Ruang Ratusan Triliun

Kategori: Liputan
Diterbitkan: 03 Mei 2010
Ditulis oleh suwardi Dilihat: 1623

header_vibidaily

BERITA NASIONAL

Vibizdaily.com

Rabu, 28 April 2010 | 19:35 WIB

(Vibizdaily-Nasional)Indonesia setiap tahunnya berpotensi mengalami kerugian hingga Rp300 triliun akibat kegagalan dalam penataan tata ruang, kata seorang pengamat lingkungan.

"Kerugian tersebut dapat dihitung secara kasar dari dampaknya. Misalnya banjir, kemacetan lalu lintas, deforestasi, hilangnya keanakeragaman hayati, terhentinya kegiatan sektor ekonomi dan hilangnya peluang pendapatan bagi masyarakat kecil yang lahannya tergusur," kata Sekjen Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia (Perwaku), Herdianto WK di Jakarta, Rabu.

Selengkapnya: Kerugian Akibat Kegagalan Penataan Ruang Ratusan Triliun
 

Kerugian Akibat Kegagalan Penataan Ruang Rp300 T

Kategori: Liputan
Diterbitkan: 03 Mei 2010
Ditulis oleh suwardi Dilihat: 1559

"Kerugian tersebut dapat dihitung secara kasar dari dampaknya. Misalnya banjir, kemacetan lalu lintas, deforestasi, hilangnya keanakeragaman hayati, terhentinya kegiatan sektor ekonomi dan hilangnya peluang pendapatan bagi masyarakat kecil yang lahannya tergusur," kata Sekjen Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan
Indonesia (Perwaku), Herdianto WK di Jakarta, Rabu.
Selengkapnya: Kerugian Akibat Kegagalan Penataan Ruang Rp300 T
 

Masyarakat Harus Belajar Kenali Tanda-Tanda Alam

Kategori: Liputan
Diterbitkan: 03 Mei 2010
Ditulis oleh suwardi Dilihat: 1422
logokl
Selasa, 06 Oktober 2009 11:05
Kapanlagi.com - Belajar dari berbagai kasus bencana seperti terjadi di Padang, Sumatera Barat dan Aceh harusnya masyarakat belajar tanda-tanda alam yang biasanya menyertai sebelum bencana terjadi.

"Dampak gempa terhadap lingkungan besar sekali. Yang pasti semua sendi-sendi kehidupan hancur dan memakan banyak korban," kata Ketua Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan (Perwaku) sekaligus Ketua PMU Kebun Raya dan Benda Cagar Dep. PU, Yennel S Suzia di Jakarta, Senin.

Selengkapnya: Masyarakat Harus Belajar Kenali Tanda-Tanda Alam
 

Login Form

Berita Terpopuler

Prev Next

Aspek Iklim dalam Perencanaan Perkotaan

Gambar 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim perkotaan (Sumber: Sebastian Wypych...

INDONESIA DALAM ISU KELAUTAN DAN PERUBAH…

Bersamaan dengan perundingan pada sidang ke-30 badan-badan subsider UNFCCC (United Nations...

KEBUN BOTANI : UPAYA MELESTARIKAN KEKAYA…

Tidak lama lagi kita harus mengimpor benih kayu dari Malaysia atau Thailand karena tak ada...

Kota Hijau Tanpa Transportasi

Oleh Isyana Artharini Perdebatan soal perubahan iklim di Indonesia masih berkutat soal...

Beda Sarjana dengan Cendekiawan

Oleh: Prof Emil Salim Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia merupakan wadah bagi...

Kita Butuh UU Lingkungan Hidup?

PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP, DALAM TATA KELOLA PE...

LANGKAH KOMITMEN ENVIRO- MASTERPLAN PEMB…

Oleh: Raldi H Koestoer Langkah Komitmen Hijau: •Komitmen Enviro/Hijau–Pembangunan Hijau ...

Menhut: Selamatkan Hutan Perlu Aksi, Jan…

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengingatkan, upaya penyelamatan hutan memerlukan aksi...

DAYA DUKUNG LINGKUNGAN UNTUK PENATAAN RU…

•Adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan mahluk hidup ...