Kerugian Akibat Kegagalan Penataan Ruang Ratusan Triliun

Kategori: Liputan
Diterbitkan: 03 Mei 2010
Ditulis oleh suwardi Dilihat: 1547

header_vibidaily

BERITA NASIONAL

Vibizdaily.com

Rabu, 28 April 2010 | 19:35 WIB

(Vibizdaily-Nasional)Indonesia setiap tahunnya berpotensi mengalami kerugian hingga Rp300 triliun akibat kegagalan dalam penataan tata ruang, kata seorang pengamat lingkungan.

"Kerugian tersebut dapat dihitung secara kasar dari dampaknya. Misalnya banjir, kemacetan lalu lintas, deforestasi, hilangnya keanakeragaman hayati, terhentinya kegiatan sektor ekonomi dan hilangnya peluang pendapatan bagi masyarakat kecil yang lahannya tergusur," kata Sekjen Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia (Perwaku), Herdianto WK di Jakarta, Rabu.

Selengkapnya: Kerugian Akibat Kegagalan Penataan Ruang Ratusan Triliun
 

Kerugian Akibat Kegagalan Penataan Ruang Rp300 T

Kategori: Liputan
Diterbitkan: 03 Mei 2010
Ditulis oleh suwardi Dilihat: 1482

"Kerugian tersebut dapat dihitung secara kasar dari dampaknya. Misalnya banjir, kemacetan lalu lintas, deforestasi, hilangnya keanakeragaman hayati, terhentinya kegiatan sektor ekonomi dan hilangnya peluang pendapatan bagi masyarakat kecil yang lahannya tergusur," kata Sekjen Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan
Indonesia (Perwaku), Herdianto WK di Jakarta, Rabu.
Selengkapnya: Kerugian Akibat Kegagalan Penataan Ruang Rp300 T
 

Masyarakat Harus Belajar Kenali Tanda-Tanda Alam

Kategori: Liputan
Diterbitkan: 03 Mei 2010
Ditulis oleh suwardi Dilihat: 1325
logokl
Selasa, 06 Oktober 2009 11:05
Kapanlagi.com - Belajar dari berbagai kasus bencana seperti terjadi di Padang, Sumatera Barat dan Aceh harusnya masyarakat belajar tanda-tanda alam yang biasanya menyertai sebelum bencana terjadi.

"Dampak gempa terhadap lingkungan besar sekali. Yang pasti semua sendi-sendi kehidupan hancur dan memakan banyak korban," kata Ketua Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan (Perwaku) sekaligus Ketua PMU Kebun Raya dan Benda Cagar Dep. PU, Yennel S Suzia di Jakarta, Senin.

Selengkapnya: Masyarakat Harus Belajar Kenali Tanda-Tanda Alam
 

Meneg LH Berharap Konferensi Iklim Sukses

Kategori: Liputan
Diterbitkan: 03 Mei 2010
Ditulis oleh suwardi Dilihat: 1442
logo_okezone
Okezone.com
Minggu, 25 November 2007 - 00:13 wib
JAKARTA - Menteri Negara Lingkungan Hidup (Meneg LH) Rachmat Witoelar berharap penyelenggaraan Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim (United Nations Framework Convention on Climate Change /UNFCCC) di Bali pada 3-14 Desember mendatang berlangsung sukses dan dapat bermanfaat bagi dunia.

"Tiga hal yang harus dicapai yaitu sukses sebagai tuan rumah, bermanfaat bagi Indonesia, dan bermanfaat bagi solusi menyelamatkan dunia dari pemanasan global," katanya saat memberi sambutan dalam acara Seminar Ilmiah dan Musyawarah Nasional I Pehimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia (Perwaku) di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (24/11/2007).
Selengkapnya: Meneg LH Berharap Konferensi Iklim Sukses
 

Kerusakan Lingkungan Perparah Dampak Gempa

Kategori: Liputan
Diterbitkan: 03 Mei 2010
Ditulis oleh suwardi Dilihat: 1914

logo_suara_karya

Suara Karya

Selasa, 6 Oktober 2009
JAKARTA (Suara Karya): Dampak gempa Sumatera Barat dan sekitarnya terhadap lingkungan sangat besar. Ini sekaligus membuktikan tindakan kurang menghargai dalam memelihara lingkungan yang selama ini justru memperparah dampak akibat gempa dan bencana alam lainnya. Contohnya, musibah longsor akibat gempa yang sebenarnya dapat dicegah dengan pondasi dari akar-akar pohon. Seharusnya pohon-pohon bisa menahan tanah jika dipelihara dengan baik.

"Akibat gempa, semua sendi-sendi kehidupan hancur dan banyak korban yang berjatuhan. Bencana adalah peristiwa alam. Namun, semua juga karena banyaknya masyarakat yang tidak peduli pada alam dan tanda-tandanya," kata Ketua Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan (Perwaku)/Ketua PMU Kebun Raya dan Benda Cagar Departemen Pekerjaan Umum Yennel S Suzia di Jakarta, Senin (5/10).

Selengkapnya: Kerusakan Lingkungan Perparah Dampak Gempa
 

Login Form

Berita Terpopuler

Prev Next

Aspek Iklim dalam Perencanaan Perkotaan

Gambar 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim perkotaan (Sumber: Sebastian Wypych...

INDONESIA DALAM ISU KELAUTAN DAN PERUBAH…

Bersamaan dengan perundingan pada sidang ke-30 badan-badan subsider UNFCCC (United Nations...

KEBUN BOTANI : UPAYA MELESTARIKAN KEKAYA…

Tidak lama lagi kita harus mengimpor benih kayu dari Malaysia atau Thailand karena tak ada...

Kota Hijau Tanpa Transportasi

Oleh Isyana Artharini Perdebatan soal perubahan iklim di Indonesia masih berkutat soal...

Beda Sarjana dengan Cendekiawan

Oleh: Prof Emil Salim Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia merupakan wadah bagi...

Kita Butuh UU Lingkungan Hidup?

PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP, DALAM TATA KELOLA PE...

LANGKAH KOMITMEN ENVIRO- MASTERPLAN PEMB…

Oleh: Raldi H Koestoer Langkah Komitmen Hijau: •Komitmen Enviro/Hijau–Pembangunan Hijau ...

Menhut: Selamatkan Hutan Perlu Aksi, Jan…

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengingatkan, upaya penyelamatan hutan memerlukan aksi...

DAYA DUKUNG LINGKUNGAN UNTUK PENATAAN RU…

•Adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan mahluk hidup ...