Berita Terbaru

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Ratusan Orang Datangi Kantor Gubernur Babel

29-12-2017 Hits:52 Artikel dan Opini gilang - avatar gilang

Ratusan Orang Datangi Kantor Gubernur Babel

    Bangka Belitung,  Ratusan Nelayan Tradisional melakukan demo di halaman kantor Gubernur Bangka Belitung. "Tolak tambang laut" seu peserta aksi. puluhan pengamanan sudah bersiaga di depan gerbang halaman kantor Gubernur Babel. ...

Read more

AMDAL Sarat Kepentingan Bisnis, Bercermin Kasus Babel

29-12-2017 Hits:83 Artikel dan Opini gilang - avatar gilang

AMDAL Sarat Kepentingan Bisnis, Bercermin Kasus Babel

  Bangka Belitung, Maraknya konflik antara warga lokal dengan perusahan baik perusahaan pertambangan, perusahaan pengembangan properti dan infrastruktur lainnya menyisahkan persoalan hukum bagi kedua belah pihak. Konflik nelayan dengan perusahaan pertambangan...

Read more

Refleksi Akhir Tahun Lingkungan Hidup 2017, Alam Berubah Secara Cepat

23-12-2017 Hits:79 Artikel dan Opini gilang - avatar gilang

Refleksi Akhir Tahun Lingkungan Hidup 2017, Alam Berubah Secara Cepat

      Jakarta, Ketua Dewan Pendiri/Kehormatan Perwaku, Prof. Dr. Emil salim menyampaikan pidato pembukanya pada Refleksi Akhir tahun Lingkungan Indonesia. Hadir dalam acara tersebut  Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah  Drs Hajriyanto Y. Thohari...

Read more

Bencana Jangan Dipersepsikan Sebagai "Takdir"

23-12-2017 Hits:102 Artikel dan Opini gilang - avatar gilang

Bencana Jangan Dipersepsikan Sebagai "Takdir"

  Jakarta, Banyaknya bencana yang melanda beberapa wilayah nusantara akhir akhir merupakan ulah manusia yang tidak memperhatikan keseimbangan alam " bencana jangan dipandng sebagai Takdir, tetapi itu adalah bagian dari ulah manusia...

Read more

PELUANG MENURUT UNCLOS DAN HUKUM POSITIF INDONESIA UNTUK MEMBUKA KEMBALI EKSPOR PASIR LAUT KE SINGAPURA

29-11-2017 Hits:107 Enviro Journal gilang - avatar gilang

PELUANG MENURUT UNCLOS DAN HUKUM POSITIF INDONESIA   UNTUK MEMBUKA KEMBALI EKSPOR PASIR LAUT KE SINGAPURA

      Oleh Tommy Hendra Purwaka Fakultas Hukum Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Gd. I.J. Kasimo Lt 3, Jl. Jenderal Sudirman 51, Jakarta 12930 tommy.hendra@atmajaya.ac.id Juni 2014   Abstrak Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sebagai salah satu wilayah perbatasan strategis...

Read more

Pakar Lingkungan UI Minta Kembalikan Ekosistem Pantai Reklamasi Jakarta

24-11-2017 Hits:76 Berita gilang - avatar gilang

Pakar Lingkungan UI Minta Kembalikan Ekosistem Pantai Reklamasi Jakarta

  Reklamasi adalah kegiatan meningkatkan manfaat sumber daya lahan, yang ditinjau dari sudut lingkungan dan sosial ekonomi dengan cara pengurukan dan pengeringan lahan. Reklamasi juga dapat disebut sebagai penimbunan areal dalam...

Read more

KPK Dorong Jabar Canangkan Penyelamatan SDA

20-11-2017 Hits:90 Berita gilang - avatar gilang

KPK Dorong Jabar Canangkan Penyelamatan SDA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam melakukan pembenahan di sektor sumber daya alam, salah satunya tata kelola air di kawasan hulu. Hal ini dilakukan dengan pencanangan...

Read more

Indonesia Belum Miliki Peta Tentang Pengelolaan Lahan Gambut

20-11-2017 Hits:62 Agenda gilang - avatar gilang

Indonesia Belum Miliki Peta Tentang Pengelolaan Lahan Gambut

  TANGERANG - Pembina Yayasan Dr. Sjahrir, Kartini Sjahrir menyatakan tentang pentingnya sebuah peta dengan akurasi tinggi untuk restorasi dan konservasi lahan gambut."Salah satu instrument penting dalam mendukung pengelolaan gambut adalah tersedianya...

Read more

Akibat Sampah, Laut Indonesia Bakal Hadapi Tiga Ancaman Serius

19-11-2017 Hits:195 Benefits gilang - avatar gilang

Akibat Sampah, Laut Indonesia Bakal Hadapi Tiga Ancaman Serius

  Perairan lndonesia kini sedang menghadapi ancaman serius akibat persoalan sampah yang terus bertambah dari waktu ke waktu. Jika tidak segera diatasi, sampah bisa mengancam aspek tradisional, kriminal, dan alam. Hal...

Read more

Bumi Memanas, Butuh Triliunan Rupiah untuk Kurangi Kadar CO2

19-11-2017 Hits:63 Liputan LB.Galara - avatar LB.Galara

Bumi Memanas, Butuh Triliunan Rupiah untuk Kurangi Kadar CO2

  Liputan6.com, Jakarta - Salah satu masalah terbesar yang dihadapi manusia adalah pemanasan global (global warming). Hal ini salah satunya disebabkan oleh karbon dioksida berlebihan.  Pasalnya, karbon dioksida membuat lapisan ozon berlubang, panas matahari yang...

Read more

Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah dan Perwaku Berjuang Bersama Untuk Lingkungan

19-11-2017 Hits:108 Liputan LB.Galara - avatar LB.Galara

Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah dan Perwaku Berjuang Bersama Untuk Lingkungan

  Jakarta - Perhimpunan Cendikiawan Lingkungan Indonesia (PERWAKU) pada Rabu, 15 November 2017 melakukan kunjungan silaturrahmi kepada Majelis Lingkungan Hidup Pimpnan Pusat Muhammadiyah. Bertempat di Menteng pertemuan kedua lembaga penggiat lingkungan ...

Read more

Sekelompok Tokoh Amerika Tetap Dukung Upaya Atasi Dampak Perubahan Iklim

18-11-2017 Hits:208 Platforms gilang - avatar gilang

Sekelompok Tokoh Amerika Tetap Dukung Upaya Atasi Dampak Perubahan Iklim

    Otorita negara-negara bagian, kota, pebisnis dan universitas di Amerika hari Sabtu (11/11) mengatakan mereka masih bertekad mengatasi dampak perubahan iklim meskipun pemerintahan Trump telah mundur dari perjanjian iklim di Paris...

Read more

Malas Gerak Jadi Salah Satu Penyebab Kematian Terbanyak di Dunia

18-11-2017 Hits:87 Berita gilang - avatar gilang

Malas Gerak Jadi Salah Satu Penyebab Kematian Terbanyak di Dunia

Anda mungkin sedang membaca tulisan ini sambil bersantai di tempat duduk atau sambil tiduran di kasur. Mungkin Anda juga sudah duduk atau tiduran sejak beberapa jam lalu. Cobalah untuk mengingat-ingat...

Read more

15.000 Ilmuwan Beri Peringatan mengenai Bencana yang Mengancam Bumi

18-11-2017 Hits:85 Berita gilang - avatar gilang

15.000 Ilmuwan Beri Peringatan mengenai Bencana yang Mengancam Bumi

Inggris (Independent) – Baru-baru ini telah muncul sebuah surat peringatan yang berasal dari 15.000 ilmuwan dari seluruh penjuru dunia. Surat yang ditujukan pada seluruh umat manusia tersebut berisikan pesan peringatan...

Read more

Lifting Minyak Turun, Pemerintah dan Swasta Beda Teori

26-05-2015 Hits:758 Berita gilang - avatar gilang

Jakarta (Greeners) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said mengakui bahwa saat ini permasalahan utama di Indonesia terkait energi khususnya perminyakan adalah kemampuan dalam memproduksi minyak. Padahal, menurut...

Read more

13 Juta Kawasan Hutan Indonesia Dialihfungsikan Tiap Tahun

26-05-2015 Hits:786 Berita gilang - avatar gilang

Jakarta (Greeners) – Indonesia sebagai negara megabiodiversitas ketiga di dunia mendapat kehormatan untuk menjadi kediaman 17 persen mahluk hidup yang ada di bumi. Namun, hal ini ternyata tidak menyurutkan angka...

Read more

7 Wilayah Kerja Migas Telah Ditandatangani

26-05-2015 Hits:795 Berita gilang - avatar gilang

“Indonesia merupakan negara kepulauan yang tak mandiri akan energi”, ujar IGN Wiratmadja, Dirjem Migas membuka diskusi krisis energi dalam IPA Convex ke-39 yang dihadiri oleh para pemegang kebijakan. Selama ini...

Read more

LAJU KERUSAKAN HUTAN INDONESIA TERPARAH SETELAH BRASIL

13-05-2015 Hits:742 Berita gilang - avatar gilang

BOGOR, BL- Indonesia menghadapi ancaman kerusakan hutan cukup tinggi, dari tahun 1990 hingga 2005 kerusakan hutan berada di urutan dua setelah Brasil. Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB, Hadi S...

Read more

KLHK: Pemerintah Sudah Mengatur Tentang Limbah B3

13-05-2015 Hits:977 Berita gilang - avatar gilang

Jakarta (Greeners) – Maraknya kasus tempat pengelolaan maupun pemusnahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3) yang menyalahi aturan perundangan-undangan, mengakibatkan banyak masyarakat menjadi korban paparan limbah B3 dan mengalami...

Read more

KLHK Temukan Banyak Pelanggaran Pengolahan Limbah PT WPLI

12-05-2015 Hits:778 Berita gilang - avatar gilang

KLHK Temukan Banyak Pelanggaran Pengolahan Limbah PT WPLI

Banten (Greeners) – Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengaku terkejut saat mengunjungi pabrik pengolahan limbah milik PT Wahana Pamunah Limbah Industri (WPLI). Lingkungan PT WPLI terlihat kotor dan ditemukan...

Read more

Akibat Sampah, Laut Indonesia Bakal Hadapi Tiga Ancaman Serius

Kategori: Benefits
Diterbitkan: 19 November 2017
Ditulis oleh gilang Dilihat: 195

 

Perairan lndonesia kini sedang menghadapi ancaman serius akibat persoalan sampah yang terus bertambah dari waktu ke waktu. Jika tidak segera diatasi, sampah bisa mengancam aspek tradisional, kriminal, dan alam. Hal ini diungkapkan Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman Arif Havas Oegroseno.

Agar permasalahan sampah bisa diselesaikan, Arif menyebut, perlu tindakan langsung dari negara di ASEAN. Hal itu, karena sampah yang ada di perairan Indonesia, asalnya bisa dari berbagai negara di dunia, terutama ASEAN.

“Ancaman ini sudah disadari oleh anggota Asean Inter-Parliamentary Assembly (AIPA). Mereka tahu, sampah plastik di laut bisa mengancam keberlangsungan hidup manusia,” ungkap dia di Jakarta belum lama ini.

Havas mengatakan, tidak hanya mengancam laut Indonesia, tiga ancaman yang sudah disebut di atas, juga nyata mengancam lautan dunia. Oleh sebab itu, dia mengimbau ke semua negara untuk bisa bekerja sama menyelesaikan persoalan sampah dengan baik dan terencana.

“Ada tiga ancaman terhadap laut kita, yakni ancaman tradisional, kriminal, dan yang disebabkan alam,” papar dia.

Havas menjelaskan, untuk ancaman tradisional adalah ancaman yang disebabkan oleh kegiatan penangkapan ikan yang masif dan serampangan. Kemudian, ancaman kriminal adalah ancaman yang disebabkan penangkapan ikan secara ilegal, penyelundupan orang, penyelundupan senjata maupun narkoba.

“Lalu ancaman ketiga adalah ancaman yang berasal dari alam namun sebenarnya juga disebabkan oleh ulah manusia yang terkait dengan kondisi perubahan iklim,” tambah dia.

 

Perubahan iklim

Untuk ancaman yang disebut terakhir, Havas mengatakan, itu adalah bentuk ancaman di laut yang dulu tidak pernah disadari oleh manusia. Ancaman seperti itu, contohnya fenomena pemutihan karang dan naiknya permukaan air laut yang akhir-akhir ini terjadi di berbagai wilayah perairan dunia.

Havas menuturkan, naiknya permukaan air laut bisa menyebabkan hilangnya permukaan tanah selebar 500 meter dan itu berpotensi menghilangkan lebih dari 150 rumah di pinggir pantai di sebelah utara Pulau Jawa. Permasalahan seperti itu, ternyata tidak hanya dihadapi Indonesia, melainkan juga negara lain di dunia, terutama Asia Tenggara.

“Dengan sangat menyesal, saya katakan kita tidak siap untuk menghadapi munculnya masalah-masalah baru ini,” katanya.

Dengan hilangnya wilayah di pesisir, Havas menyebut, itu akan menyebabkan masalah baru lebih besar lagi karena Pemerintah harus memindahkan warga yang menjadi korban. Tak cukup disitu, permasalahan lain muncul lagi, karena selain harus pindah rumah, warga penghuni kawasan yang hilang, juga harus kehilangan mata pencaharian yang menjadi sumber kehidupan mereka.

“Itu sudah terjadi di negara-negara pulau seperti Palau. Negara ini telah memindahkan sebagian penduduknya dari kawasan pantai ke daerah pegunungan akibat hilangnya sebagian wilayah pesisir karena naiknya permukaan laut,” ungkap dia.

Lebih jauh Havas menjelaskan, perubahan iklim yang sedang terjadi saat ini, disebabkan banyaknya sampah plastik yang ada di laut. Kondisi itu, kata dia, akan semakin parah jika saat ini tidak dilakukan penanganan yang tepat untuk membersihkan sampah yang ada di laut.

“Pada 2050 nanti, akan lebih banyak ikan yang mengonsumsi plastik bila penduduk dunia tidak segera mengangani sampah plastik di laut dengan hati-hati,” tambah dia.

Untuk Indonesia sendiri, Havas menyebut, pada 2014 dan 2015 sudah pernah dilakukan penelitian tentang pencemaran plastik mikro di dalam pencernaan ikan. Penelitian tersebut dilakukan oleh University of California Davis.

“Hasilnya adalah 28 persen dari sampel ikan di pasar tradisional di Makassar makan plastik. Sementara itu, 67 persen ikan di salah satu tempat di California juga makan plastik. Ikan-ikan tersebut kalau dikonsumsi manusia bisa berbahaya,” papar dia.

“Ini merupakan tanggung jawab semua orang, mulai dari pemerintah, parlemen dan masyarakat. Harus ada perubahan pola pikir di masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan agar sampah tidak berakhir di laut,” tambah dia.

 

Sumber : http://www.mongabay.co.id

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Login Form

Berita Terpopuler

Prev Next

Aspek Iklim dalam Perencanaan Perkotaan

Gambar 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim perkotaan (Sumber: Sebastian Wypych...

INDONESIA DALAM ISU KELAUTAN DAN PERUBAH…

Bersamaan dengan perundingan pada sidang ke-30 badan-badan subsider UNFCCC (United Nations...

KEBUN BOTANI : UPAYA MELESTARIKAN KEKAYA…

Tidak lama lagi kita harus mengimpor benih kayu dari Malaysia atau Thailand karena tak ada...

Kota Hijau Tanpa Transportasi

Oleh Isyana Artharini Perdebatan soal perubahan iklim di Indonesia masih berkutat soal...

Beda Sarjana dengan Cendekiawan

Oleh: Prof Emil Salim Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia merupakan wadah bagi...

Kita Butuh UU Lingkungan Hidup?

PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP, DALAM TATA KELOLA PE...

LANGKAH KOMITMEN ENVIRO- MASTERPLAN PEMB…

Oleh: Raldi H Koestoer Langkah Komitmen Hijau: •Komitmen Enviro/Hijau–Pembangunan Hijau ...

Menhut: Selamatkan Hutan Perlu Aksi, Jan…

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengingatkan, upaya penyelamatan hutan memerlukan aksi...

DAYA DUKUNG LINGKUNGAN UNTUK PENATAAN RU…

•Adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan mahluk hidup ...